PKB Apresiasi Polri Bongkar Markas Judol di Jakbar: RI Jadi Target Operasi

1 hour ago 2

Jakarta - Kapoksi PKB Komisi III DPR RI Abdullah mengapresiasi Polri membongkar markas perjudian online (judol) hingga menangkap 321 WNA di perkantoran di wilayah Hayam Wuruk, Jakarta Barat (Jakbar). Abdullah mengatakan Indonesia memang menjadi salah satu target operasi judol.

"Saya mengapresiasi Polri, khususnya Bareskrim Polri, yang berhasil membongkar jaringan judi online yang dioperasikan ratusan WNA melalui 75 situs judi online di kawasan perkantoran Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Apresiasi juga saya sampaikan atas investigasi awal yang dilakukan bersama Kemenimipas dalam mengungkap kasus ini," kata Abdullah saat dihubungi, Minggu (10/5/2026).

Abdullah mengatakan pembongkaran kasus ini menunjukkan komitmen Polri dalam memberantas judol. Ia mengingatkan Indonesia merupakan salah satu target operasi judol.

"Menurut saya, pengungkapan jaringan ini bukan sekadar penindakan terhadap praktik judi online, tetapi juga menunjukkan komitmen Polri dalam menjaga ketahanan ekonomi dan keamanan digital nasional. Keterlibatan ratusan WNA dan puluhan situs judi online menunjukkan bahwa kejahatan digital lintas negara kini semakin terorganisasi dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu target operasinya," ucap dia.

Karena itu, ia berharap Polri bisa terus memberantas judol secara lebih masif. Sehingga, kata dia, Indonesia bisa bebas dari cengkraman judol.

"Saya berharap Polri dapat terus memperkuat pemberantasan judi online dan berbagai kejahatan digital lainnya secara lebih masif, konsisten, dan berkelanjutan agar ruang digital Indonesia tidak menjadi tempat berkembangnya jaringan kejahatan internasional," tutur dia.

Seperti diketahui, total ada 321 WNA diamankan dalam pengungkapan kasus perjudian online di Hayam Wuruk, Jakbar. Dari total tersebut rinciannya ialah 57 WNA Tiongkok atau China, 228 WNA Vietnam, 11 WNA Laos, 13 WNA Myanmar, 3 WNA Malaysia, 5 WNA Thailand, 3 WNA Kamboja. Para pelaku ditangkap tangan saat melakukan judi online.

"Dari para pelaku yang berhasil kita amankan, jumlahnya mencapai 321 orang," kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Wira Satya Triputra.

Saat ini, para pelaku masih dalam pemeriksaan. Pelaku di periksa di gedung kawasan Hayam Wuruk.

"Untuk para pelaku sampai saat ini masih ada di atas, masih lagi kita lakukan pemeriksaan dan pendalaman secara intensif ya," kata Wira. (maa/idh)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |