Nasib 5 Bayi Orang Utan di India yang Diduga dari Sumatera

13 hours ago 10
Jakarta -

Lima bayi orang utan yang diduga berasal dari Sumatera ditemukan di India. Lalu bagaimana nasibnya sekarang?

Lima bayi orang utan itu ditemukan oleh dinas kehutanan setempat di kawasan hutan Blok Bhogarai/Udaipur, wilayah Jaleswar, Distrik Balasore, Odisha, yang berada dekat dengan perbatasan Negara Bagian Bengal Barat, pada Selasa (8/9/2026). Pemerintah Indonesia pun kini mengupayakan pemulangan kelima satwa tersebut ke Tanah Air.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari keterangan tertulis Kementerian Kehutanan, Jumat (11/9/2026), kelima orang utan tersebut masih berusia sekitar 1-1,5 tahun. Lima satwa tersebut ditemukan dalam kondisi sehat.

Saat ini, seluruh satwa telah ditempatkan untuk mendapatkan perawatan dan penanganan di Nandankan Zoological Park, Bhubaneswar, India.

"Dari pengamatan awal terhadap ciri fisik dan morfologinya, kelima satwa tersebut diduga merupakan orang utan yang berasal dari Pulau Sumatera," kata Direktur Konservasi Spesies dan Genetik, Ahmad Munawir dalam keterangannya, Kamis (10/9).

Dia melanjutkan identifikasi tersebut masih bersifat awal dan kepastian jenis serta asal-usul genetiknya akan dilakukan melalui pemeriksaan DNA oleh otoritas ilmiah yang berwenang.

"Orang utan bukan merupakan satwa asli India. Habitat alami orang utan hanya terdapat di Indonesia dan Malaysia, khususnya di Pulau Sumatera dan Borneo. Oleh karena itu, keberadaan lima bayi orang utan di India menimbulkan dugaan kuat bahwa satwa tersebut merupakan korban dari aktivitas perdagangan dan penyelundupan satwa liar," katanya.

Upayakan Pemulangan

Kementerian Kehutanan, telah mengambil langkah cepat dengan melakukan komunikasi dan koordinasi dengan sejumlah pihak, antara lain Management Authority CITES India, Kedutaan Besar India di Jakarta, Kedutaan Besar Republik Indonesia di New Delhi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) selaku Scientific Authority, serta Kementerian Pertanian untuk mendukung proses penanganan dan percepatan repatriasi.

"Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses berjalan sesuai dengan ketentuan hukum nasional maupun mekanisme internasional, termasuk ketentuan Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES)," tuturnya.

Kementerian Kehutanan juga telah berkomunikasi dengan sejumlah mitra konservasi yang memiliki pengalaman dalam penyelamatan, rehabilitasi, dan pelepasliaran orang utan, antara lain Yayasan Ekosistem Leuser (YEL), Jaringan Satwa Indonesia (JSI), Center for Orangutan Protection (COP), dan Forum Orangutan Indonesia (FORINA).

"Para mitra tersebut telah menyatakan kesiapan untuk mendukung Kementerian Kehutanan dalam proses repatriasi dan selanjutnya penanganan serta rehabilitasi kelima bayi orang utan tersebut apabila telah dipulangkan ke Indonesia," ujarnya.

Perdagangan Satwa Diselidiki

Menteri Kehutanan Negara Bagian Odisha mengatakan para penyelidik sedang memeriksa apakah satwa-satwa tersebut diperdagangkan ke wilayah tersebut oleh jaringan penyelundupan satwa dan ditinggalkan di dekat jalan raya.

Pejabat Kehutanan Distrik Balasore, Pratik Prakash Indalkar, mengatakan kepada BBC bahwa satwa-satwa tersebut tidak mungkin mencapai Odisha secara alami dan mungkin diangkut ke sana melalui jalur darat.

"Lima satwa itu ditemukan di Ranakata, kawasan hutan cagar yang diusulkan di blok Bhogarai, dekat perbatasan Bengal Barat," katanya.

"Kawasan itu sebagian besar ditutupi pohon cemara dan bukan hutan lebat. Lokasinya juga dekat dengan jalan raya negara bagian."

Pemerintah Negara Bagian Odisha juga dilaporkan telah meminta Biro Penanganan Kejahatan Satwa Liar India untuk melakukan penyelidikan.

Polisi, petugas kehutanan, dan satuan tugas khusus terlibat dalam penyelidikan tersebut.

(amw/amw)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |