Tangerang -
Warga Binaan Lapas Ciangir, Kabupaten Tangerang, Banten, diberdayakan untuk mengurus peternakan hingga pertanian. Dari kegiatan tersebut, para warga juga mendapatkan premi atau upah.
Salah satunya Yusuf (26), yang menjalani kegiatan sehari-hari mengurus ayam petelur. Yusuf, yang merupakan narapidana kasus pencurian, mengaku mendapat Rp 800 ribu per bulan dari beternak ayam petelur.
"Kalau premi saya sebulan itu Rp 800 ribu, termasuk sama dikasih jatah kopi setiap harinya, kadang dikasih uang jajan juga, dan sisanya saya tabung untuk kayak bekal pulang," kata Yusuf saat ditemui di Lapas Ciangir, Kamis (9/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yusuf menyebut banyak hal positif yang didapatkan selama berada di Lapas Ciangir. Dia mengaku jadi tahu cara mengurus ayam, termasuk tahu ciri-ciri penyakitnya.
"Ya selama saya di sini ya banyak hal yang positif yang bisa saya ambil dari sini, kayak pembelajaran pemeliharaan hewan, kayak tahu ayam sakit ciri-cirinya kayak gimana," katanya.
Yusuf berharap bisa menerapkan ilmu yang dia dapatkan selama di Lapas Ciangir ketika bebas. Dia juga berharap bisa mengembangkan pengetahuannya dari yang didapat sebelumnya.
"Jadi harapan saya saya pulang saya bisa mengembangkan apa yang saya pelajari di sini dan menerapkan di masyarakat. Itu aja sih," katanya.
Selain Yusuf, ada warga binaan yang merupakan napi kasus obat-obatan terlarang, Mukriji. Seperti Yusuf, Mukriji juga mendapatkan Rp 800 ribu sebulan dari kegiatannya mengurus kambing ternak di Lapas Ciangir.
"Ya, sama saya juga dikasih dalam 1 bulan itu Rp 800 (ribu) dalam bentuk ada yang ada (juga) kopi, nah sisanya ya ditabung gitu buat nanti pulang," kata Mukriji.
Warga binaan Lapas Ciangir, Mukriji (kiri) dan Yusuf (kanan) (Adhfar Aulia Syuhada/detikcom).
Mukriji juga kini telah mengetahui cara mengurus kambing ternak. Dia mengaku sudah mengetahui cara memberi makan hingga mengobati kambing yang sakit.
"Nah pas itu di sini sudah dapat kayak pengobatan gimana kalau pengobatan kambing sakit, sudah sudah tahu gitu. Gimana cara kasih makannya sudah tahu," katanya.
Setelah bebas, Mukriji ingin mengembangkan kegiatan ternaknya. Dia mengaku ingin beternak di rumahnya di Tangerang.
"Saya pengen ngembangin lagi di luar, di rumah gitu, gimana gitu. Penginnya gitu," katanya.
Simak juga Video: Cerita Peternak Ponorogo Budi Daya Ayam Persilangan di Lahan Sempit
(lir/lir)
















































