Menteri LH hingga Wamendagri Hadiri Milangkala Majelis Musyawarah Sunda

2 hours ago 2

Jakarta -

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat hingga Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Komjen (Purn) Akhmad Wiyagus menghadiri acara Milangkala Kadua Majelis Musyawarah Sunda (MMS) di Salemba, Jakarta Pusat (Jakpus). Sejumlah tokoh masyarakat Sunda lainnya turut hadir.

Acara digelar Sabtu (8/8/2026), dalam rangka memperingati hari ulang tahun atau milangkala organisasi tersebut. Sejumlah tokoh masyarakat Sunda yang hadir turut menyampaikan sambutan dan pandangannya, ada juga Menteri Pertahanan RI ke-22, Jenderal (Purn) Agum Gumilar.

Menteri LH Jumhur Hidayat menyampaikan tentang pentingnya kearifan lokal dalam pembangunan. Mulanya menyampaikan pentingnya memperjuangkan suku, ras, agama atau SARA.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya rasa memperjuangkan SARA itu mulia. Tapi menindas SARA nista. Jadi suku, agama, ras, dan antargolongan orang boleh memperbaiki terus menerus. Yang punya suku Sunda, memperbaiki kesundaannya yang baik supaya sejahtera. Suku Jawa, suku Sasak, suku apapun," kata Jumhur usai acara di Gedung Imeri-FKUI, Jalan Salemba, Jakarta.

Menurutnya, yang tidak boleh dilakukan adalah menindas dan menistakan atas nama SARA. Dia mengatakan pandangan sinis atas nama SARA tidak boleh dilakukan.

"Nih salah satunya MMS berkhidmat untuk masyarakat Sunda mungkin yang masih beberapa yang masih ketinggalan dalam pembangunan kita sama-sama dorong supaya lebih merata dan lebih maju. Jadi itu tujuannya baik sekali," bebernya.

Jumhur juga mengingatkan pentingnya pemerataan pembangunan. Selain itu, dia juga mengingatkan pentingnya kearifan lokal dalam pembangunan.

"Karena setiap pembangunan pemerataan pasti ada local wisdom yang dimanfaatkan. Pembangunan tanpa memanfaatkan local wisdom atau kearifan lokal itu akan apa hampa, akan tertinggal dan tercerabut dari akar-akarnya," ucapnya.

Terlebih dalam konteks masyarakat Indonesia yang memiliki keberagaman budaya. Di mana kebudayaannya bisa ikut berkembang seiring dengan pembangunan.

"Dan itu sangat tidak benar, sangat tidak Indonesia. Indonesia Raya itu adalah Indonesia yang tumbuh di mana semua sub-sub kulturnya juga hidup dan berkembang," sebutnya.

Terpisah, Direktur Eksekutif MMS, Andi Perkasa Kantraprawira menyampaikan bahwa peserta yang hadir berasal dari Banten, Jakarta, dan Jawa Barat. Dia mengatakan ada hubungan sejarah di antara masyarakat tersebut.

"Tapi yang paling penting itu bahwa secara eko-region, secara bentang alam, tiga provinsi ini saling, harus saling ketergantungan. Dan kita harus bisa menata ruang tiga provinsi ini dengan sebaik-baiknya jangan terhambat oleh batas-batas administrasi politik. Karena kan tadi Ciliwung tergantung dari Gunung Gede dan yang lain, ini kita harus bisa membuat sebuah perencanaan pembangunan bersama," kata dia.

Menurutnya, penting ketiga pemimpin di wilayah itu untuk bekerja sama bersama universitas atau ilmuwan membangun wilayah bersama terkait kesejahteraan masyarakat ke depannya.

"Yang paling penting itu jangan dipisahkan kita ini kalau kita bicaranya Jakarta saja, Jawa Barat saja, Banten saja itu menjadi satu kelemahan. Dan itu harus dibangun oleh para pemimpin," pungkasnya.

(rdh/zap)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |