Jakarta -
Peristiwa tenggelamnya MV Le Joola milik Pemerintah Senegal merupakan sejarah kelam yang sulit dilupakan. Bahkan, jumlah korban jiwa dari kecelakaan kapal ini melampaui tragedi tenggelamnya Kapal Titanic.
Dilansir BBC, Jumat (7/8/2026), peristiwa ini terjadi pada 26 September 2002. Awalnya, Kapal Le Joola sedang melakukan perjalanan dari Casamance menuju ibu kota Senegal, Dakar. Kapal ini baru saja beroperasi kembali selama dua minggu setelah setahun tidak digunakan akibat kendala mesin.
Kapal beroperasi dalam kondisi sangat penuh sesak. Kapal ini sebenarnya hanya mampu menampung 536 penumpang, tetapi diperkirakan ada lebih dari 2.000 orang di atas kapal. Ada beberapa oknum petugas yang menerima suap dan ada pula penumpang yang naik tanpa tiket.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat badai melanda malam itu, hujan mulai turun dan penumpang diminta masuk ke dalam ruangan. Salah satu saksi peristiwa melihat lampu kapal berkedip beberapa kali sebelum akhirnya padam total.
Sementara itu, salah satu penyintas, Mariama Diouf, bercerita bahwa dia menyadari ada hal yang tidak beres. Tak lama kemudian, kapal terbalik sepenuhnya.
Setelah kapal terbalik, banyak orang terjebak di dalam lambung kapal. Sebagian penumpang berhasil menyelamatkan diri, tetapi ada juga yang tertinggal dan berteriak meminta tolong.
Tim penyelamat pun bergerak. Namun, dibutuhkan waktu minimal 10 jam sejak kecelakaan terjadi sebelum bantuan tiba di lokasi. Pihak yang lebih dahulu tiba justru para nelayan di sekitar perairan tersebut. Akibat keterlambatan tersebut, ribuan orang tewas.
Tragedi ini menjadi salah satu bencana maritim terbesar dalam sejarah dunia. Tercatat lebih dari 1.800 orang dari 12 negara dinyatakan meninggal dunia. Dari 2.000 lebih penumpang, hanya 64 orang yang selamat. Jumlah korban ini melebihi korban tenggelamnya Kapal Titanic yang mencapai 1.500 jiwa.
Hingga 20 tahun setelah kejadian nahas tersebut, keluarga korban masih meminta Pemerintah Senegal untuk mengangkat bangkai Kapal Le Joola dari dasar laut. Namun, hingga saat ini, kapal itu belum juga dievakuasi.
Tonton juga video "Basarnas Ungkap Penyebab 5 Korban KMP Mutiara Tewas: Bukan Terbakar"
(rdp/imk)
















































