Mensos Tegaskan Sekolah Rakyat Bertumpu pada Data Akurat & Sasaran Tepat

7 hours ago 1

Jakarta - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan pembangunan Sekolah Rakyat bertumpu pada fondasi yang kuat, yakni data yang akurat dan penetapan sasaran yang tepat. Ia menegaskan peran negara melalui Sekolah Rakyat dalam menjangkau kelompok yang selama ini luput dari sistem pendidikan formal.

"Ini sebagai contoh bagaimana anak-anak diafirmasi oleh Bapak Presiden, diberi kesempatan. Dari yang tidak bisa membaca, belum bisa menulis, di usia 15 tahun dibimbing, didampingi, ya seperti ini," ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Jumat (5/6/2026).

Hal ini disampaikannya saat menghadiri Open House Sekolah Rakyat di SRMA 5 Jambi, yang dihadiri oleh orang tua dan calon siswa tahun ajaran 2026/2027.

Ia menjelaskan pendekatan Sekolah Rakyat dirancang fleksibel melalui sistem multi entry dan multi exit, disertai pendampingan intensif serta percepatan pembelajaran yang disesuaikan dengan minat dan bakat siswa.

"Di Sekolah Rakyat memang multi entry, multi exit. Kapan saja bisa masuk, kapan saja bisa lulus. Ada pendampingan khusus, ada percepatan, sesuai dengan talentnya, sesuai minat dan bakatnya," lanjutnya.

Lebih lanjut, Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan intervensi berbasis data yang menyasar keluarga tidak mampu agar anak-anak mereka memperoleh akses pendidikan berkualitas.

"Keluarga-keluarga tidak mampu di mana putra-putrinya diberi kesempatan untuk memperoleh pendidikan dengan lingkungan yang berkualitas. Sekolah rakyat, sekolah berasrama, dididik selama 24 jam, disertai dengan fasilitas-fasilitas yang mendukung," jelasnya.

Program Sekolah Rakyat sendiri telah berjalan di 166 titik di seluruh Indonesia sejak 14 Juli 2025 dan terus menunjukkan perkembangan signifikan.

"Sekarang siswa Sekolah Rakyat hampir 15 ribu seluruh Indonesia. Tahun ini kita terima 32 ribu. Berarti tahun ini sudah ada 45 ribu siswa Sekolah Rakyat. Tahun depan 100 ribu lebih, dan tahun 2029 insyaallah sudah lebih dari 400 ribu siswa," paparnya.

Dalam kegiatan itu, Gus Ipul disambut dengan parade barisan, tarian Sekapur Sirih, penampilan pidato tiga bahasa (Inggris, Arab, dan Jepang), serta paduan suara dari siswa-siswi SRMA 5 Jambi, yang mencerminkan semangat dan kepercayaan diri peserta didik.

Menurut Gus Ipul, peningkatan kepercayaan diri siswa menjadi indikator penting keberhasilan program ini.

"Yang bisa dicatat ini adalah kepercayaan dirinya. Ini belum semua orang bisa, mau naik ke panggung seperti ini. Inilah yang disebut oleh Presiden sebagai the invisible people, mereka yang sebelumnya tidak tampak," kata Gus Ipul.

Dalam Open House ini juga ditampilkan simulasi pembelajaran menggunakan smartboard, termasuk materi biologi tentang ekosistem dan kuis interaktif yang melibatkan guru dan siswa. Kegiatan ini memperlihatkan metode pembelajaran yang adaptif dan partisipatif.

Pada kesempatan tersebut, Gus Ipul juga memaparkan progres pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Bagan Pete, sebagai bagian dari pembangunan lebih dari 100 titik sekolah permanen di seluruh Indonesia.

Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini merupakan hasil kolaborasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

"Saya ingin berterima kasih kepada Bapak Gubernur, Wali Kota yang telah berkolaborasi. Karena penyelenggaraan Sekolah Rakyat adalah kerja sama antar kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah," tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut, dua siswa tampil mewakili capaian program, yakni Eri Gunawan Putra dari Kota Jambi dan Pelia Wati dari Kabupaten Merangin. Keduanya menunjukkan perkembangan signifikan, termasuk prestasi di bidang taekwondo.

Guru SRMA 5 Jambi, Eko, mengungkapkan Pelia sebelumnya belum mampu membaca, menulis, maupun berhitung saat pertama kali masuk Sekolah Rakyat.

"Alhamdulillah sekarang dia sudah bisa, bahkan menjadi salah satu siswi berprestasi. Dia tiga kali juara satu taekwondo," ujarnya.

Antusiasme orang tua juga terlihat tinggim salah satunya Sumantri, orang tua dari Annisya Ramadani, yang berharap anaknya dapat meraih masa depan yang lebih baik melalui Sekolah Rakyat.

"Saya berharap anak saya setelah masuk sini bisa jadi orang sukses, bisa menemukan jalan untuk dirinya sendiri," ujarnya.

Selain itu, tiga calon siswa dari Komunitas Adat Terpencil Suku Talang Mamak juga berhasil dijaring, yakni Kepin, Rido, dan Rio Andriyanto. Kepin mengaku ingin melanjutkan pendidikan untuk mengejar cita-citanya menjadi tentara.

Gubernur Jambi Al Haris turut menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung percepatan pembangunan Sekolah Rakyat.

"Kami memastikan setiap kabupaten/kota menyiapkan lahan yang tidak bermasalah secara hukum agar pembangunan bisa berjalan cepat," ujarnya.

Dengan pendekatan berbasis data, afirmasi pendidikan, serta kolaborasi lintas sektor, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi solusi nyata dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang inklusif dan berkualitas.

Lihat juga Video: Gus Ipul Ajak Masyarakat Intip Sekolah Rakyat Lewat Open House

(anl/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |