NTT diguncang gempa berkekuatan magnitudo (M) 7, sebelumnya M 7,7. Sejumlah anggota DPR asal NTT menyampaikan situasi pascagempa tersebut.
Salah satunya dari anggota DPR RI dapil NTT, Andreas Hugo Pareira. Ia mengungkap dampak dari gempa membuat masyarakat trauma.
"Situasi di masyarakat di Pulau Flores rata-rata masih trauma dengan goncangan yang sangat besar kemarin, dan sampai saat ini dari informasi saudara-saudara dan teman-teman di sana pun masih terjadi getaran meskipun lebih kecil," ucap dia saat dihubungi, Minggu (16/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sehingga masyarakat kebanyakan tetap dalam keadaan siaga khawatir terjadi gempa susulan," lanjutnya.
Kemudian, Andreas menyebut korban jiwa dan korban luka terus bertambah. "Korban jiwa dan luka-luka berat dan ringan memang berubah terus karena luasnya wilayah dampak dari gempa ini. Namun hari ini nampaknya sudah mulai mereda," imbuh dia.
Andreas juga memastikan pihaknya langsung bergerak memberi bantuan begitu mendengar kabar gempa besar terjadi di NTT. "Kemarin dari pagi sekitar jam 06.00 WIB saya ditelepon ketua DPC PDI Perjuangan Nagekeo dalam keadaan panik dan melaporkan situasi gempa tersebut, setelah berkonsultasi dengan DPP Bidang Penanganan Bencana, partai segera menginstruksikan bantuan tanggap darurat untuk masyarakat sehingga di setiap kabupaten dibangunlah dapur-dapur umum. Namun ini tentu jauh dari cukup. Masyarakat pun swadaya untuk saling membantu dan pemda kabupaten, propinsi pun segera turun memberikan bantuan," tutur dia.
Kemudian, anggota DPR RI dari dapil NTT lainnya, Benny K Harman, juga menyampaikan situasi di Nusa Tenggara Timur (NTT) usai diguncang gempa magnitudo (M) 7. Benny menyebut masih ada yang kehilangan keluarga dan belum dievakuasi.
Ia awalnya menyampaikan rasa dukacita atas bencana alam yang terjadi di NTT. Dia menyebut banyak korban meninggal dunia dan banyak yang kehilangan tempat tinggal.
"Saya menyampaikan turut berdukacita bersama keluarga yg menjadi korban gempa Flores. Banyak korban jiwa, dan yang kehilangan rumah tinggal," kata Benny saat dihubungi terpisah.
Benny menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas respons cepatnya atas bencana alam ini. Ia juga berterima kasih kepada masyarakat se-Indonesia.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo yang dengan cepat merespons korban bencana Flores juga semua pihak dari seantero negeri yg menunjukkan kepedulian tinggi atas masyarakat Flores yang lagi berduka," ucap dia.
Kemudian, ia juga menyebut gempa susulan masih terjadi di beberapa tempat. Akses infrastruktur, kata dia, juga mempersulit mobilisasi.
"Akses infrastruktur juga turut mempersulit mobilisasi bantuan ke beberapa titik bencana," ujar dia.
Selain itu, Benny juga menyebut masih ada yang kehilangan anggota keluarganya. "Masih ada yang kehilangan keluarga dan belum dievakuasi. Semoga cepat tertangani," imbuh dia.
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan laporan jumlah korban dalam bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Disampaikan bahwa sebanyak 53 orang meninggal dunia, dan 135 orang terluka.
"Total kami mencatat 53 jiwa meninggal dunia dengan rincian, Kabupaten Manggarai Barat, satu jiwa. Kabupaten Manggarai Timur 20 jiwa, Kabupaten Manggarai: 25 jiwa, Nagekeo 1 jiwa, Sikka 4 jiwa, Ende 2 jiwa," ucap Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari, dalam konferensi pers, Minggu (16/8).
(maa/knv)
















































