Jakarta -
Anggota MPR RI Fraksi Partai Demokrat Nurwayah menilai Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 yang diikuti pelajar sekolah menengah atas dan sederajat dari seluruh Indonesia menjadi wadah penting bagi generasi muda untuk memperdalam pemahaman sekaligus menghayati nilai-nilai kebangsaan. Karena itu, ia mendorong agar kegiatan tersebut terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan cakupan peserta yang semakin luas.
Menurut Nurwayah, para peserta LCC Empat Pilar MPR RI berada pada fase penting dalam proses menemukan jati diri. Kehadiran LCC dinilai memberikan ruang bagi generasi muda untuk merasa dilibatkan dan menjadi bagian penting dari kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Kegiatan LCC ini sangat baik dan harus dilanjutkan. Anak-anak muda kita, khususnya yang SMA, saat ini sedang mencari jati diri. Dengan kegiatan seperti ini, mereka merasa terpanggil dan dianggap sebagai bagian dari warga negara Indonesia yang ke depannya akan menjadi orang-orang penting," ujar Nurwayah saat menghadiri babak penyisihan Grand Final Nasional LCC Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 di Ruang Pustakaloka, Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Badan Sosialisasi MPR RI Dwita Ria Gunadi dan Plt. Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah.
Nurwayah menjelaskan LCC Empat Pilar MPR RI merupakan bagian dari program MPR RI dalam mendorong generasi muda memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar MPR RI, yakni Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Anggota Badan Sosialisasi MPR RI tersebut mengaku kagum melihat kemampuan para peserta dalam memahami berbagai materi yang diujikan. Menurutnya, para pelajar tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga mampu menyampaikan jawaban dengan komunikasi yang jelas dan percaya diri.
"Pengetahuan mereka luar biasa. Saya sangat salut karena mereka memahami dan mendalami sekali makna Ketetapan MPR, undang-undang, kebangsaan, dan sebagainya," katanya.
Menurut Nurwayah, kemampuan peserta dalam menjawab berbagai pertanyaan menunjukkan bahwa LCC Empat Pilar MPR RI bukan sekadar kompetisi untuk mencari juara. Lebih dari itu, ajang tersebut menjadi sarana untuk menguji, memperluas, sekaligus mengembangkan wawasan kebangsaan generasi muda.
"Saya sendiri terkagum-kagum. Saya tidak membayangkan kalau pertanyaan itu diberikan pada zaman saya, mungkin saya juga tidak bisa menjawabnya dengan sempurna. Tetapi mereka kompak, satu per satu saling menyambung untuk meneruskan jawaban teman-temannya," ungkapnya.
Dorong Evaluasi Mekanisme Penilaian
Meski mengapresiasi pelaksanaan LCC Empat Pilar MPR RI, politisi daerah pemilihan DKI Jakarta III tersebut menilai masih terdapat sejumlah aspek yang perlu dievaluasi, terutama terkait mekanisme penilaian oleh dewan juri.
Nurwayah menyoroti mekanisme ketika waktu menjawab telah berakhir, tetapi peserta masih diberikan kesempatan untuk melengkapi jawaban. Menurutnya, ketentuan tersebut perlu diperjelas agar proses penilaian berlangsung secara objektif, konsisten, dan adil bagi seluruh peserta.
"Ketika memang sudah waktunya habis dan jawabannya belum sempurna, kalau bisa jangan diberikan nilai maksimal. Kasihan juga, yang satu memberikan jawaban lengkap, bagus, tidak memakan waktu dan tidak mendapatkan tambahan waktu, tetapi diberikan skor yang sama," katanya.
Nurwayah berharap evaluasi tersebut dapat menjadi bahan perbaikan dalam pelaksanaan LCC Empat Pilar MPR RI berikutnya. Ia juga mendorong agar kesempatan mengikuti kompetisi dibuka seluas-luasnya bagi sekolah di seluruh Indonesia, baik negeri maupun swasta.
Menurutnya, waktu pendaftaran perlu diperpanjang agar semakin banyak sekolah memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dan mengirimkan siswa terbaiknya dalam kompetisi tersebut.
"Semua sekolah di seluruh Indonesia harus bisa terakomodir. Semua SMA, baik swasta maupun negeri, mendapatkan kesempatan yang sama. Waktunya memang harus diberikan agak panjang untuk pendaftaran sehingga semua sekolah bisa berpartisipasi," ujarnya.
Nurwayah menegaskan, menang atau kalah bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan dalam LCC Empat Pilar MPR RI. Para peserta yang berhasil lolos hingga tingkat nasional merupakan siswa-siswa pilihan yang telah menunjukkan kemampuan, keberanian, dan wawasan yang patut diapresiasi.
Ia menambahkan, babak penyisihan Grand Final LCC Empat Pilar MPR RI berlangsung kompetitif dan penuh semangat. Para peserta menunjukkan keseriusan untuk menjadi juara sekaligus membawa nama baik daerah, sekolah, dan keluarga masing-masing.
Babak penyisihan tersebut diikuti 18 sekolah yang mewakili provinsi masing-masing. Para peserta dibagi ke dalam enam sesi lomba, yakni Babak Penyisihan 7 hingga Babak Penyisihan 12. Pemenang dari masing-masing sesi selanjutnya akan melaju ke babak semifinal.
(akd/ega)















































