Anggota MPR Nilai LCC 4 Pilar Jadi Bekal Generasi Muda Hadapi Era Digital

1 hour ago 3

Jakarta -

Anggota Badan Sosialisasi MPR RI Dwita Ria Gunadi menilai Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 memiliki peran penting dalam memperkuat wawasan kebangsaan sekaligus membentuk karakter generasi muda di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital.

Menurutnya, generasi muda saat ini hidup dalam lingkungan digital yang memungkinkan informasi dari berbagai sumber diterima dengan sangat cepat. Kondisi tersebut menuntut generasi muda tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter kebangsaan yang kuat serta kemampuan memilah dan memverifikasi informasi.

"Mereka sekarang bisa tahu mana yang hoaks dan mana yang betul-betul sesuai dengan data serta sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa. Dengan adanya LCC ini, mereka betul-betul belajar dan ini menjadi bekal mereka ke depan," kata Dwita dalam keterangannya, Selasa (26/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu disampaikan Anggota MPR RI Fraksi Partai Gerindra saat menghadiri babak penyisihan Grand Final Nasional LCC Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 tingkat sekolah lanjutan atas dan sederajat di Ruang Pustakaloka, Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/8/2026).

Dwita mengungkapkan, Grand Final LCC Empat Pilar MPR RI yang mempertemukan pelajar terbaik dari seluruh provinsi di Indonesia tidak sekadar menjadi ajang kompetisi. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, serta Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

"Saya beberapa kali ikut Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI ini dan saya melihat kegiatan ini memang sangat penting sekali. Apalagi pesertanya merupakan perwakilan dari seluruh provinsi di Indonesia," ujar wakil rakyat dari daerah pemilihan Lampung II tersebut.

Dwita menekankan, pemahaman mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara tidak cukup hanya diperoleh melalui pembelajaran secara teoretis. Melalui LCC Empat Pilar MPR RI, para peserta dapat menguji sekaligus menerapkan pengetahuan tentang konstitusi, kebangsaan, dan ketatanegaraan dalam menjawab berbagai pertanyaan dan persoalan.

Dwita mengaku kagum melihat kemampuan para peserta saat mengikuti babak lomba. Menurutnya, para peserta mampu menjawab berbagai pertanyaan terkait UUD NRI Tahun 1945, undang-undang, Ketetapan MPR, serta pengetahuan ketatanegaraan lainnya dengan sangat baik.

Menurut Dwita, penguasaan wawasan kebangsaan akan membantu generasi muda memahami berbagai peristiwa di sekelilingnya secara lebih kritis. Mereka tidak hanya mengetahui persoalan yang terjadi di Indonesia maupun dunia, tetapi juga mampu menilai dan menyikapi informasi berdasarkan data, pengetahuan, serta landasan konstitusi.

Dwita menilai penyelenggaraan LCC Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 telah berjalan dengan baik. Meski demikian, evaluasi secara menyeluruh tetap diperlukan untuk mengidentifikasi berbagai kendala sekaligus mempertahankan dan meningkatkan hal-hal yang sudah berjalan baik.

"Saya berharap LCC Empat Pilar MPR RI dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak sekolah di berbagai daerah," ujarnya.

Dwita juga memberikan apresiasi dan semangat kepada seluruh peserta LCC Empat Pilar MPR RI. Menurutnya, kemenangan dalam sebuah kompetisi memang patut dibanggakan karena merupakan hasil dari kerja keras, kemampuan, dan keberanian membawa nama daerah, keluarga, serta sekolah masing-masing.

Kepada para pemenang, Dwita berpesan agar prestasi tersebut menjadi momentum untuk semakin memperkuat karakter keindonesiaan dan wawasan kebangsaan. Sementara bagi peserta yang belum meraih juara, ia meminta agar tidak berhenti belajar dan terus mengembangkan kemampuan.

Babak penyisihan Grand Final LCC Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 ini diikuti 18 sekolah yang mewakili provinsi masing-masing. Ke-18 sekolah tersebut dibagi ke dalam enam sesi babak penyisihan, yakni Babak Penyisihan 7 hingga Babak Penyisihan 12. Pemenang dari masing-masing sesi selanjutnya akan melaju ke babak semifinal.

Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Badan Sosialisasi MPR RI Nurwayah, Plt. Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah, Kepala Biro Persidangan dan Pemasyarakatan Konstitusi Sekretariat Jenderal MPR RI Wachid Nugroho, para dewan juri, serta guru pendamping peserta.

(akd/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |