Jakarta -
Koperasi menjadi salah satu kekuatan ekonomi yang tumbuh bersama masyarakat. Keberadaannya tak hanya menjadi wadah usaha bersama, tetapi juga berperan dalam membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan penghasilan anggota, serta membantu masyarakat mengembangkan kegiatan ekonominya.
Peran tersebut membuat koperasi memiliki posisi penting dalam pembangunan ekonomi nasional. Dengan mengedepankan asas kekeluargaan, koperasi dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk menjalankan kegiatan usaha sekaligus memperoleh manfaat secara bersama.
Di tengah perkembangan ekonomi dan teknologi, koperasi juga menghadapi tantangan untuk terus beradaptasi. Digitalisasi membuka peluang bagi koperasi untuk memperluas jangkauan usaha, baik melalui pemasaran digital, pemanfaatan platform digital, maupun sistem pembayaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penguatan koperasi pun menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi ekonomi yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Presiden Prabowo Subianto menilai koperasi memiliki peran penting dalam mengangkat masyarakat dari kemiskinan dan ketidakberdayaan.
"Sangat jelas diamanatkan bahwa perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Karena itu, koperasi harus diperkuat, koperasi harus bangkit! Koperasi adalah salah satu alat untuk mengangkat rakyat kita dari keadaan kemiskinan dan ketidakberdayaan," tegas Prabowo beberapa waktu lalu.
Sejalan dengan itu, pemerintah terus mendorong penguatan ekosistem koperasi melalui berbagai program. Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono menyampaikan sejumlah capaian Kementerian Koperasi (Kemenkop) sepanjang 2025 yang menjadi bagian dari upaya tersebut.
"Sepanjang tahun 2025 Kemenkop mencatat sejumlah capaian strategis sebagai fondasi penguatan ekosistem koperasi nasional," kata Ferry saat rapat dengan Komisi VI DPR RI di Senayan, Jakarta, Rabu (15/7).
Adapun salah satu fokusnya adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia koperasi. Lebih dari 15 ribu pendamping Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), 143 ribu pengurus KDKMP, serta 206 ribu SDM koperasi telah mengikuti berbagai program pelatihan untuk meningkatkan profesionalisme dan kualitas tata kelola koperasi.
Koperasi juga mulai mengambil bagian dalam sejumlah program prioritas pemerintah. Tercatat 69 koperasi telah masuk dalam ekosistem Makan Bergizi Gratis (MBG), baik sebagai pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun pemasok bahan baku pokok.
Berbagai perkembangan tersebut tentu tidak lepas dari kontribusi banyak pihak. Mulai dari pemerintah pusat dan daerah, pengurus serta pendamping koperasi, tokoh gerakan koperasi, hingga tokoh masyarakat memiliki peran dalam mendorong koperasi agar semakin kuat dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kontribusi dan pengabdian tersebut kemudian mendapat apresiasi melalui Koperasi Awards 2026. Ajang yang diselenggarakan Kemenkop ini menjadi bentuk penghargaan bagi pejabat negara, pejabat pemerintah pusat dan daerah, tokoh gerakan koperasi, serta tokoh masyarakat yang berperan dalam pembinaan, pengembangan, dan penguatan koperasi.
Ada lima kategori penghargaan yang akan diberikan dalam Koperasi Awards 2026, yakni:
1. Bakti Koperasi Makarti Guna Swasembada
2. Bakti Koperasi Satya Bhakti Pamong Artha
3. Bakti Koperasi Sri Radhana Swasembada
4. Bakti Koperasi Nayaka Mahambara
5. Bakti Koperasi Pradana Nayaka
Koperasi Awards 2026 akan digelar pada Kamis, 20 Agustus 2026, mulai pukul 19.00 WIB. Bagi detikers yang ingin mengikuti momen apresiasi bagi para tokoh yang berkontribusi terhadap kemajuan koperasi Indonesia dapat menyaksikan acara ini melalui live streaming di detikcom.
Jangan lewatkan Koperasi Awards 2026 dan simak sosok-sosok yang mendapat apresiasi atas kiprahnya dalam memperkuat koperasi dan ekonomi kerakyatan di Indonesia.ffffffff
(akn/ega)
















































