Dana Bergulir LPDB Perkuat Bisnis Pusat Koperasi Karyawan PTPN VIII

12 hours ago 7

Jakarta -

Pusat Koperasi Karyawan (Puskopkar) PTPN VIII terus memperluas lini bisnis untuk memperkuat kemandirian koperasi. Tidak lagi hanya mengandalkan bisnis yang berkaitan dengan perusahaan induk, koperasi sekunder yang menaungi 43 koperasi primer tersebut mulai mengembangkan berbagai usaha, mulai dari distribusi teh, agrowisata, hingga bisnis jasa seperti laundry coin dan barbershop.

Sekretaris Puskopkar PTPN VIII Dina Novelia Hidayat mengatakan selama bertahun-tahun aktivitas usaha koperasi memang banyak bertumpu pada ekosistem bisnis PTPN VIII yang kini menjadi PTPN I Regional II. Model tersebut memberikan pasar yang relatif terjaga bagi koperasi, namun di sisi lain juga mendorong Puskopkar untuk membangun sumber pertumbuhan baru agar tidak terlalu bergantung pada kondisi bisnis perusahaan induk.

"Awalnya Puskopkar ini sangat tergantung dengan bisnis PTPN, sangat captive market. Harapannya kami tidak tergantung dari induk perusahaan, sehingga ketika kondisi PTPN sedang di bawah, kami tidak ikut ke bawah. Kami harus punya keranjang-keranjang lain," ujar Dina dalam keterangan tertulis, Jumat (11/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini, Puskopkar masih menjalankan usaha angkutan produksi, termasuk mengangkut pucuk teh dari kebun ke pabrik maupun produk teh jadi hingga ke pembeli. Koperasi juga menjadi distributor sejumlah produk teh PTPN seperti Walini, Goalpara, dan Gunung Mas, dengan pasar yang mulai diperluas ke segmen hotel, restoran, dan kafe (Horeka).

Di saat yang sama, Puskopkar mengembangkan bisnis agrowisata di kawasan Ciwalini serta mulai masuk ke bisnis laundry coin dan barbershop. Diversifikasi tersebut menjadi bagian dari strategi koperasi dalam menciptakan sumber pendapatan yang lebih beragam sekaligus mengoptimalkan aset yang dimiliki.

Menurut Dina, kebutuhan terhadap modal yang lebih besar menjadi salah satu tantangan ketika koperasi memasuki fase ekspansi. Selama ini, modal internal koperasi bersumber dari simpanan anggota. Namun, untuk mengembangkan bisnis dalam skala yang lebih besar, Puskopkar membutuhkan dukungan permodalan yang lebih kuat.

Oleh karena itu, Puskopkar telah memanfaatkan dukungan pembiayaan dana bergulir LPDB Koperasi sejak 2021 dan kini kembali mengajukan proposal pembiayaan untuk mendukung pengembangan sejumlah lini usaha, termasuk rencana optimalisasi aset di kawasan Ciwaruga, Bandung Barat.

"Kami membutuhkan modal yang lebih besar dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan adanya kerja sama dengan LPDB, harapannya modal kerja kami semakin kuat sehingga bisnis bisa berkembang," kata Dina.

Ia menilai proses pembiayaan juga mendorong koperasi semakin tertib dalam aspek administrasi, legalitas, tata kelola, dan manajemen risiko. Menurutnya, proses tersebut penting agar pengembangan usaha berjalan secara sehat dan berkelanjutan.

"Kalau prosesnya melalui Good Corporate Governance (GCG) dan dokumen yang lengkap, justru itu menjadi pengamanan bagi kami juga," ujarnya.

Ke depan, Puskopkar berencana mengoptimalkan aset di Ciwaruga untuk pengembangan usaha, antara lain melalui konsep penginapan atau cottage serta berbagai peluang bisnis lain. Kawasan tersebut juga dipertimbangkan untuk menjadi lokasi kantor tetap Puskopkar sekaligus ruang pengembangan unit usaha, sehingga aset dapat memberikan nilai ekonomi yang lebih optimal.

LPDB Dorong Koperasi Bangun Bisnis Berkelanjutan

Sementara itu, Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto mengatakan perkembangan Puskopkar PTPN VIII menunjukkan bahwa koperasi dapat terus bertumbuh ketika mampu membaca peluang bisnis dan tidak berhenti pada model usaha yang selama ini dijalankan.

Menurutnya, diversifikasi usaha menjadi langkah penting bagi koperasi untuk membangun ketahanan bisnis, terutama bagi koperasi yang selama ini memiliki keterkaitan kuat dengan satu ekosistem usaha.

"Puskopkar PTPN VIII memberikan contoh bahwa koperasi tidak harus berhenti pada bisnis yang sudah berjalan. Koperasi dapat mengembangkan usaha baru dengan tetap memanfaatkan kekuatan yang dimiliki, sekaligus membangun sumber pendapatan yang lebih beragam," ujar Krisdianto.

Ia menambahkan dukungan dana bergulir LPDB Koperasi diarahkan untuk memperkuat kapasitas usaha koperasi agar mampu tumbuh secara sehat, produktif, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi anggota.

"Yang kami harapkan bukan hanya pembiayaan tersalurkan, tetapi bagaimana pembiayaan tersebut menjadi pengungkit produktivitas dan kemandirian koperasi. Ketika unit usaha berkembang, aset bertambah, dan bisnis semakin kuat, pada akhirnya manfaatnya harus kembali kepada anggota," kata Krisdianto.

Krisdianto juga mengapresiasi komitmen Puskopkar dalam memperkuat tata kelola dan mengembangkan portofolio bisnis. Menurutnya, keberanian koperasi melakukan diversifikasi harus berjalan seiring dengan perencanaan bisnis, manajemen risiko, serta kemampuan mengelola pembiayaan secara bertanggung jawab.

"Puskopkar sedang membangun fondasi agar koperasi memiliki lebih banyak pilihan sumber pertumbuhan. Ini sejalan dengan semangat LPDB Koperasi untuk mendorong koperasi menjadi lebih produktif, mandiri, dan berdaya saing," ujarnya.

Dengan menaungi 43 koperasi primer dan ribuan anggota yang sebagian besar berasal dari ekosistem PTPN, Puskopkar PTPN VIII kini tidak hanya berupaya mempertahankan bisnis yang telah berjalan, tetapi juga membangun portofolio usaha baru. Dari angkutan produksi dan distribusi teh hingga agrowisata dan bisnis jasa, diversifikasi menjadi strategi Puskopkar untuk memperkuat koperasi sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi para anggotanya.

Tonton juga video "Raih Koperasi Awards, Andra Soni Bertekad Kembangkan Koperasi di Banten"

(akd/akd)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |