Jakarta -
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menggelar pertemuan bilateral dengan Wali Kota New York, Zohran Kwame Mamdani. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi kedua pemimpin kota untuk bertukar pengalaman dan membahas solusi atas berbagai tantangan perkotaan.
Sejumlah isu yang dibahas mencakup pengembangan transportasi publik, banjir, polusi udara, hingga pembiayaan pembangunan melalui obligasi daerah. Pertemuan tersebut dilakukan di Civic Hall, New York, Minggu (20/9).
Dalam pertemuan tersebut, Mamdani secara khusus menggali strategi Jakarta dalam mengatasi kemacetan dan mengembangkan transportasi publik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pramono menjelaskan pengembangan Transjabodetabek dilakukan sebagai upaya memperkuat konektivitas Jakarta dengan wilayah penyangga sekaligus mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.
"Setiap hari lebih dari empat juta orang keluar - masuk Jakarta, terutama pada jam sibuk. Melalui Transjabodetabek, kami ingin mengurangi kemacetan dan volume kendaraan yang masuk ke Jakarta sekaligus memperkuat konektivitas wilayah. Kami juga memberikan layanan transportasi umum gratis bagi 15 golongan masyarakat, antara lain lansia, penyandang disabilitas, serta pelajar penerima KJP dan mahasiswa penerima KJMU," ujar Pramono, dikutip dari web resmi pemprov, Senin (21/9/2026).
Pramono juga memaparkan upaya Jakarta dalam menangani banjir. Upaya ini dilakukan melalui pembangunan infrastruktur pengendalian banjir, pengurangan penggunaan air tanah untuk menekan penurunan muka tanah (land subsidence), serta pengembangan Giant Sea Wall.
"Sama seperti New York, salah satu tantangan Jakarta adalah banjir. Karena itu, kami terus memperkuat infrastruktur pengendalian banjir, mengurangi penggunaan air tanah untuk menekan penurunan muka tanah, serta mengembangkan Giant Sea Wall," jelasnya.
Pertemuan tersebut turut membahas rencana Pemprov DKI Jakarta untuk menerbitkan obligasi daerah atau Jakarta Bond untuk mendukung pembiayaan pembangunan infrastruktur perkotaan. Rencana tersebut mendapat sambutan dari Mamdani yang juga menawarkan pertukaran pengetahuan antara tim keuangan New York dan Jakarta.
"Saya sangat antusias dan mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah. New York juga telah menggunakan obligasi untuk membiayai pembangunan infrastruktur, termasuk pengolahan limbah dan berbagai fasilitas publik. Kami siap mengirimkan tim keuangan untuk berbagi pengalaman dengan Pemprov DKI Jakarta mengenai persiapan dan proses penerbitan obligasi daerah," ujar Mamdani.
Pertemuan bilateral tersebut menjadi ruang bagi Jakarta dan New York untuk saling berbagi pengalaman dalam menjawab tantangan kota besar sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih konkret di bidang pembangunan perkotaan.
(prf/ega)

















































