Agus Jabo Ungkap Upaya Kemensos Percepat Bantuan untuk Korban Gempa NTT

6 hours ago 4

Jakarta -

Kementerian Sosial RI (Kemensos) terus memobilisasi bantuan untuk korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain bantuan, santunan bagi korban meninggal dan luka-luka juga telah disiapkan.

Bantuan logistik digerakkan dari sejumlah gudang Kemensos dan Dinas Sosial (Dinsos) setempat untuk memenuhi kebutuhan ribuan warga terdampak.

"Kami terus menyiapkan dan menggerakkan logistik untuk penanganan bencana di NTT. Di NTT ada dua gudang yang menjadi titik mobilisasi, yaitu Sentra Efata Kupang dan Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT," ujar Wamensos Agus Jabo Priyono, dalam keterangan tertulis, Minggu (16/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari Sentra Efata Kupang, Kemensos memobilisasi berbagai kebutuhan bagi warga terdampak, mulai dari perlengkapan pengungsian, selimut, makanan, hingga pakaian, termasuk pakaian anak dan perempuan. Bantuan tersebut antara lain digeser menuju Kabupaten Nagekeo.

Sementara bantuan dari Gudang Dinsos Provinsi NTT didistribusikan ke Maumere, Sikka, Ende, dan Manggarai Timur, serta daerah lain sesuai kebutuhan di lapangan.

Agus menjelaskan proses distribusi bantuan dari Kupang menuju sejumlah titik terdampak sempat menghadapi kendala karena kondisi gelombang laut yang masih tinggi sehingga kapal pengangkut belum dapat bergerak secara optimal.

"Untuk proses pengiriman memang ada kendala karena gelombang masih besar dan kapal belum bisa bergerak. Karena ada kendala pengangkutan, kami juga mengambil langkah melakukan pemenuhan kebutuhan melalui belanja di lokasi agar bantuan tetap bisa segera tersedia bagi masyarakat," jelas Agus.

Selain bantuan, Kemensos juga sedang menyiapkan santunan bagi korban meninggal maupun luka. Berdasarkan laporan sementara, hingga Minggu (16/8) pukul 07.50 WITA, jumlah warga terdampak yang berada dalam penanganan kondisi pengungsian tercatat sebanyak 3.839 jiwa.

Sebanyak 47 orang dilaporkan meninggal dunia dan 110 orang mengalami luka-luka. Proses pendataan terhadap korban serta dampak lainnya masih terus berlangsung.

Korban meninggal dunia tersebar di sejumlah wilayah, yakni:

  • Kabupaten Manggarai: 24 jiwa
  • Kabupaten Manggarai Timur: 17 jiwa
  • Kabupaten Manggarai Barat: 1 jiwa
  • Kabupaten Ngada: 1 jiwa
  • Kabupaten Sikka: 3 jiwa
  • Kabupaten Ende: 1 jiwa.

Sejumlah titik pengungsian juga telah disiapkan bagi warga terdampak. Di antaranya di Stadion Gelora Samador di Kabupaten Sikka, wilayah Maumere, halaman Gereja Wolomarang, serta sejumlah lokasi lainnya sesuai kebutuhan di lapangan.

Tim gabungan terus melakukan asesmen terhadap kondisi warga, kerusakan rumah, fasilitas umum, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, serta berbagai kebutuhan mendesak masyarakat. Kemensos mengerahkan Taruna Siaga Bencana (Tagana), tim Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB), serta menggerakkan bantuan logistik dari Sentra Efata Kupang, Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT, dan Gudang Pusat Kemensos di Bekasi.

Laporan terbaru mencatat kerusakan meliputi:

  • Rumah rusak berat: 159 unit
  • Rumah rusak sedang: 47 unit
  • Rumah rusak ringan: 167 unit
  • Fasilitas pendidikan: 36 unit
  • Fasilitas kesehatan: 211 unit
  • Fasilitas umum: 11 unit
  • Rumah ibadah: 5 unit
  • Gedung perkantoran: 6 unit.

Secara keseluruhan, untuk sementara Kemensos telah mengirim bantuan logistik dengan nilai sekitar Rp 4,52 miliar. Bantuan tersebut berasal dari Sentra Efata Kupang menuju Kabupaten Nagekeo senilai Rp 1,015 miliar, Gudang Dinsos Provinsi NTT menuju wilayah terdampak senilai Rp 541,6 juta, serta Gudang Pusat Kemensos Bekasi menuju Dinsos Provinsi NTT senilai Rp 1,482 miliar.

Selain itu, bantuan dari Gudang Pusat Kemensos Bekasi juga dikirim menuju Sentra Efata Kupang dengan nilai Rp 1,478 miliar.

Bantuan mencakup makanan siap saji, tenda keluarga, tenda serbaguna, kasur, selimut, makanan anak, sandang anak dan dewasa, perlengkapan keluarga, shower kit, perlengkapan dapur, serta dukungan dapur umum lapangan.

Selain mengirim bantuan dari gudang, Kemensos juga menyiapkan pemenuhan kebutuhan melalui pengadaan langsung di wilayah terdampak. Sebanyak 500 paket bantuan disiapkan untuk Kabupaten Nagekeo dan 500 paket lainnya untuk Kabupaten Manggarai.

Kemensos juga menyiapkan tambahan beras reguler sebanyak 48 ton yang akan diarahkan ke sejumlah kabupaten terdampak. Selain bantuan logistik, Kemensos telah melakukan sejumlah langkah penanganan berupa:

  • Melaksanakan asesmen dan pendataan warga terdampak serta tingkat kerusakan bangunan;
  • Membantu proses evakuasi korban meninggal dan korban luka;
  • Mendirikan tenda darurat bagi warga yang membutuhkan tempat tinggal sementara;
  • Menurunkan Tagana dan tim PSKB untuk pendataan serta verifikasi korban;
  • Melakukan koordinasi bersama pemerintah daerah, BNPB, Basarnas, TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait.

Agus mengatakan Kemensos juga tengah menyiapkan dan mengoperasikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makanan warga terdampak selama masa penanganan darurat.

Dalam perkembangan terbaru, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi selama 90 hari, terhitung sejak 15 Agustus-13 November 2026. Sementara, Pemkab Sikka menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi selama 14 hari, terhitung sejak 15 Agustus-28 Agustus 2026.

Selain pemenuhan kebutuhan dasar, Agus memastikan Kemensos menyiapkan santunan bagi ahli waris korban yang meninggal dunia. Santunan akan diberikan setelah proses pendataan dan verifikasi korban selesai dilakukan.

"Untuk santunan korban jiwa, Kemensos akan memberikan tali asih kepada ahli waris sebesar Rp 15 juta untuk setiap korban meninggal dunia. Kami meminta pemerintah daerah dan Dinas Sosial segera mendata dan melaporkannya kepada Kemensos supaya santunan bisa segera ditindaklanjuti dan diberikan kepada keluarga korban," kata Agus.

Proses verifikasi dan validasi data korban meninggal dunia, korban luka, pengungsi, serta kerusakan bangunan hingga kini masih terus dilakukan bersama pemerintah daerah dan unsur terkait.

Agus menegaskan Kemensos siap memenuhi kebutuhan penanganan yang diperlukan di lokasi bencana dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya dan stok logistik yang tersedia.

"Prinsipnya, kalau ada yang menjadi kebutuhan di lokasi bencana, Kemensos siap memberikan dukungan. Kami sudah mempersiapkan logistik yang ada di gudang-gudang yang kami miliki," pungkasnya.

Lihat juga Video: Pemerintah Kirim 27 Ton Logistik untuk Korban Gempa NTT di Hari Kejadian

(akn/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |