PDIP Lapor Polda Metro soal Kader Dikaitkan Ojol Viral Saat Aksi 27 Agustus

6 hours ago 3

Jakarta -

Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) PDIP Jakarta melaporkan dugaan hoaks ke Polda Metro Jaya. Laporan tersebut terkait pencatutan salah satu kadernya, Ellen Taroreh, yang disebut sebagai pengemudi ojek online (ojol) bernama Melva Pardede saat demo di Jakarta pada 27 Agustus lalu.

Laporan itu teregister dengan nomor LP/B/6616/IX/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA, tertanggal 7 September 2026. PDIP melaporkan beberapa akun terkait Pasal 264 dan/atau Pasal 433 KUHP.

Laporan itu dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto. Budi mengatakan pihaknya sedang melakukan penyelidikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Benar kemarin diterima LP dari pelapor dan saat ini proses distribusi LP dan menyiapkan administrasi penyelidikan, termasuk akan diagendakan untuk meminta keterangan pelapor, saksi dan barang bukti," kata Budi saat dihubungi, Selasa (8/9/2026).

Dari video yang beredar, ojol bernama Melva Pardede itu sempat viral lantaran menyampaikan protes saat demo 27 Agustus yang lalu. Melva menyampaikan kekecewaan terhadap Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB).

Dihubungi terpisah, Sekretaris BBHAR PDIP Jakarta Budhi Sembiring mengatakan pihaknya melaporkan beberapa akun. Ellen sendiri merupakan kader PDIP yang menjabat Wakil Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, Kesehatan, Perempuan dan Anak, DPC Jakarta Selatan.

"Ellen Taroreh membuka akun Instagram dan melihat ada berapa akun @tommybr_jipro, @wuzzerzone_reborn2, @gan_.d, @fatmawati. rauf, @dyth47626, @lita.gading yang menyebarkan fotonya dikaitkan dengan Melva Pardede (ojol) yang viral pada demo 27 agustus 2026 di gedung DPR," kata Budhi.

Budhi menegaskan sejak awal Ellen tidak mengenal akun-akun medsos yang sempat mengaitkan dengan sosok Melva, ojol viral saat demo di depan Gedung DPR/MPR RI pada 27 Agustus lalu. Budhi berharap laporan itu ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.

"Ibu Ellen ini kan merasa difitnah, dicemarkan nama baiknya seperti itu. Jadi tujuannya supaya jelas bahwa Melva itu bukan kader atau orang PDIP. Bahwa foto yang disebarkan itu fotonya dia. Bukan Melva. Supaya secara fakta dan hukum secara jelas," tegas Budhi.

"Kalau saya pribadi (soal akun minta maaf) dikembalikan kepada Bu Ellen. Tapi ini harus jalan penegakan hukum ini, supaya ada keadilan bagi Bu Ellen, dan pertanggungjawaban hukum juga harus dijalankan. Jangan sampai peristiwa ini terjadi terus," imbuhnya.

Simak juga Video 'Ribut-ribut Posisi PDIP Terhadap Pemerintah, Ada Apa?':

(wnv/ygs)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |