PAN Sebut Anak SD di NTT Bunuh Diri Jadi Alarm, Jika Terulang Pemerintah Lalai

3 hours ago 6

Jakarta -

Informasi terkait bunuh diri dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno prihatin atas meninggalnya pelajar kelas IV SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Eddy menilai insiden ini sebagai alarm yang sudah berdering bagi semua pihak, termasuk pemerintah.

Dia awalnya mengaku sedih dan prihatin atas insiden tersebut. Ia menegaskan kebutuhan dasar sekolah merupakan hak untuk anak-anak yang mengenyam pendidikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami terus terang sedih, prihatin, dan berduka atas berita yang diterima, karena bagaimanapun juga kita merasa bahwa anak-anak kita yang mengenyam dunia pendidikan perlu memenuhi kebutuhan dasarnya dan itu harus disediakan secara terjangkau," kata Eddy kepada wartawan di Gedung Nusantara III, DPR RI, Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Eddy pun menilai saat ini pendataan anak-anak sekolah yang kurang mampu masih perlu dievaluasi. Ia mendorong para kepala daerah menuntaskan masalah ini.

"Itu harus dilaksanakan secara tuntas dan komprehensif oleh para kepala daerah, kemudian lurah, camat, dan lain-lain, agar mereka bisa memetakan siapa-siapa saja dari anggota masyarakat di bawah mereka itu membutuhkan perhatian khusus, agar kita bisa mencegah terjadi hal-hal seperti ini. Jadi saya kira dari aspek pendataan itu sangat penting," ucapnya.

Lebih lanjut, Eddy menyinggung Presiden Prabowo Subianto yang berulang kali menyampaikan pertumbuhan ekonomi harus dinikmati seluruh masyarakat. Karena itu, lanjut dia, kejadian anak SD bunuh diri di NTT karena persoalan ekonomi merupakan alarm untuk semua pihak.

"Ini ada sebuah alarm yang sudah berdering dan tidak boleh terulang lagi, jadi oleh karena itu kita mengimbau agar sekarang seluruh jaringan pimpinan di daerah harus mengetahui kondisi masyarakatnya secara menyeluruh dan tuntas," ujar dia.

Kemudian, Eddy berharap kejadian seperti ini tidak terulang. Menurutnya, jika terulang, berarti semua pihak, termasuk para kepala daerah, melakukan kelalaian.

"Nggak, saya tidak bisa mengatakan gagal, tetapi memang kita perlu perhatian yang lebih khusus dari ini, makanya saya bilang tadi itu adalah sebuah alarm ya, jangan sampai terulang lagi, kalau sampai terulang lagi artinya kita adalah bagian dari pemimpin yang di daerah yang kemudian lalai. Jadi ini imbauan saya pada seluruh kepala daerah, ayo kita sama-sama bisa mengetahui kondisi masyarakat di bawahnya," tegasnya.

"Jadi kita tidak ingin menyalahkan siapapun, tetapi sekarang kita harus perbaiki, ini jangan sampai terulang, ini merupakan salah satu saya kira narasi yang kita perlu garis bawahi agar semua paham dan semua menindaklanjuti ini," lanjut dia.

(maa/dek)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |