Kemarau Panjang, PAM Jaya Pastikan Pasokan Air Aman hingga Akhir 2026

3 hours ago 3

Jakarta -

Kemarau panjang melanda Jakarta dalam beberapa waktu terakhir dan berdampak pada penurunan muka air di sejumlah sumber air baku. Meski demikian, PAM Jaya memastikan pasokan air untuk warga Jakarta masih aman hingga akhir 2026.

Direktur Teknik PAM Jaya, Santika mengatakan pihaknya terus memantau kondisi sumber air baku setiap hari. PAM Jaya juga berkoordinasi dengan BPBD DKI Jakarta dan BMKG untuk mengantisipasi dampak kemarau.

"Kita melakukan kerja sama dalam kondisi kemarau, pertama dengan BPBD, kemudian kita dengan BMKG. Informasi yang kami dapatkan dari BMKG bahwa memang kondisi kemarau tahun ini cukup panjang," kata Santika di Kantor PAM Jaya, Jakarta, Jumat (18/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Santika mengatakan sekitar dua bulan terakhir, curah hujan di Jakarta sangat minim. Kondisi tersebut menyebabkan penurunan muka air di sejumlah sumber air baku.

"Kalau teman-teman yang tidak tahu ada OMC itu menyatakan, 'Ah, sekarang musim kemaraunya pendek'. Padahal itu adalah hasil rekayasa dari OMC yang sudah kami lakukan bersama dengan BPBD DKI Jakarta serta BMKG," ujarnya.

Salah satu upaya yang dilakukan ialah Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). PAM Jaya bersama BPBD DKI dan BMKG telah melakukan OMC pada 8-9 September 2026 untuk membantu menjaga ketersediaan air.

Selain itu, PAM Jaya bersama Perum Jasa Tirta (PJT) II memantau kondisi Waduk Jatiluhur serta sumber air lainnya.

"Kita waktu itu seluruh direksi melakukan site visit ke Jatiluhur memastikan, memang kondisinya ada penurunan. Sampai dengan saat ini di levelnya 94 mdpl kurang lebih untuk Jatiluhur," jelasnya.

PAM Jaya juga membeli air curah dari wilayah Tangerang melalui sumber Cikolani. Menurut Santika, PJT II telah melakukan perhitungan neraca air atau water balance untuk memastikan ketersediaan air baku.

"Dari pihak PJT II juga sama, mereka sudah memperhitungkan kondisi air baku dan mereka sudah menghitung water balance itu sampai akhir tahun 2026 kondisi aman," ungkapnya.

Santika menyebut sumber air lainnya yang terhubung dengan sistem Jatiluhur, yakni Waduk Saguling dan Cirata, juga masih dalam kondisi yang dapat mendukung kebutuhan air.

"Bahkan secara persediaan air keseluruhan, selain Jatiluhur ada dari Saguling dan ada dari Cirata, bendungan yang saling berhubungan, itu bisa melampaui 2026, itu masih kondisinya aman, tuturnya.

PAM Jaya, kata Santika, juga melakukan pemantauan terhadap level air baku setiap hari. Data diperoleh dari sejumlah titik pemantauan serta sumber resmi dari pihak terkait.

"Kami ambil juga data-datanya resmi dari website-website SDA dan PJT II. Jadi Insyaallah sampai dengan akhir tahun melihat kondisi dan mitigasi risiko yang sudah kita lakukan, Bismillah Insyaallah aman," imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Operasional PAM Jaya Syahrul Hasan mengatakan secara keseluruhan sistem penyediaan air minum perpipaan masih berjalan normal. PAM Jaya saat ini melayani sekitar 1,2 juta pelanggan dengan cakupan layanan sekitar 83%.

"Bahwa PAM Jaya terhadap 1,2 juta pelanggan atau kurang lebih 83% cakupan layanan yang saat ini sudah ada di PAM Jaya, secara supply Alhamdulillah kami masih dalam kondisi yang normal. Artinya kalau kita berbicara PAM Jaya secara keseluruhan terhadap sistem penyediaan air minum perpipaan, tidak terjadi turbulensi," kata Syahrul.

Menurutnya, persoalan kekurangan air yang muncul di sejumlah wilayah justru banyak dialami warga yang belum menggunakan layanan air perpipaan PAM Jaya.

"Persoalan yang kemudian muncul adalah justru sebaliknya. Warga Jakarta yang memang belum menggunakan air perpipaan, yang kemarin sempat muncul misalkan di Cilandak, di wilayah Citra, kemudian di Lenteng Agung maupun di Timur Jakarta tertentu, adalah warga yang memang mereka belum menggunakan PAM Jaya," ujarnya.

Syahrul mengatakan PAM Jaya memiliki 21 sumber air untuk menjaga suplai ke Jakarta. Rekayasa pengaliran juga dilakukan apabila terjadi gangguan pada salah satu sumber air baku.

"Artinya kalau kita berbicara PAM Jaya secara keseluruhan terhadap sistem penyediaan air minum perpipaan, tidak terjadi turbulensi," pungkasnya.

(bel/dek)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |