Hendropriyono Dukung Tedjowulan Pimpin Pengelolaan Keraton Surakarta

3 hours ago 5

Jakarta -

Ketua Kraton Majapahit Jakarta, Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono mendukung keputusan pemerintah yang menunjuk Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Penembahan Agung Tedjowulan untuk memimpin dan mengelola Keraton Surakarta. Dia berharap ditetapkannya Tedjowulan dapat mengembalikan fungsi Keraton Kasununan Surakarta sebagai pembina kebudayaan nasional.

Hal itu disampaikan Hendropriyono saat menerima kedatangan Panembahan Agung Keraton Kasununan Surakarta Hadiningrat, Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Penembahan Agung Tedjowulan beserta rombongan ke Kraton Majapahit Jakarta, Sabtu (7/2) kemarin.

"Atas nama Kraton Majapahit Jakarta, saya menyampaikan penghormatan dan ucapan selamat datang kepada Panembahan Agung Keraton Kasununan Surakarta Hadiningrat Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Penembahan Agung Tedjowulan ke Kraton Majapahit Jakarta," ujar Hendropriyono, Minggu (8/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hendropriyono mendukung keputusan pemerintah dalam hal ini Kementerian Kebudayaan yang menetapkan KGPHPA Tedjowulan sebagai pengelola Kasununan Surakarta Hadiningrat.

"Kami menerima kedatangan Bapak Tedjowulan, menerima dan mendukung keputusan Pemerintah," tegasnya.

Dia menekankan keputusan Pemerintah menetapkan Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Panembahan Agung Tedjowulan sebagai Pelaksana Perlindungan, Pengembangan dan Pemanfaatan Cagar Budaya Kraton Kasunanan Surakarta dharapkan dapat mengembalikan fungsi Keraton Kasununan Surakarta sebagai pembina kebudayaan nasional.

"Harapan kita ke depan adalah membuka lembaran baru. Kasununan Surakarta Hadiningrat harus berfungsi membina dan mengembangkan kebudayaan nasional," tegasnya

Adapun Guru Besar Bidang Intelijen tersebut menerangkan, Kraton Majapahit Jakarta dibangun sebagai ruang pewarisan sejarah dan kebudayaan, khususnya di Kota Jakarta. Hendropriyono menyebut Kraton Majapahit Jakarta merupakan replika sebagian kecil dari kemegahan Majapahit.

"Tempat ini kami bangun agar generasi penerus dapat melihat dan memahami bahwa apa yang ada di sini hanyalah sebagian kecil dari Majapahit yang sesungguhnya. Artefak-artefak Majapahit hingga kini masih terus digali melalui berbagai proyek strategis nasional, terutama di Jawa Timur," ujar Hendropriyono.

Dia menjelaskan jejak peradaban Majapahit tidak hanya tersebar di Nusantara, tetapi hampir di seluruh Asia Tenggara. Menurutnya, Majapahit pernah berada pada puncak kejayaan selama 234 tahun dan memiliki pengaruh kuat di wilayah Brunei dan Malaysia, yang pada masa itu berada dalam koordinasi kekuasaan Majapahit.

Hendropriyono juga menyampaikan bangunan dan artefak di Kraton Majapahit Jakarta merupakan replika mini dari Keraton Majapahit yang asli, dengan sejumlah penyesuaian zaman.

"Majapahit berdiri dan berkibar selama 234 tahun, bahkan 200 tahun sebelum benua Amerika dikenal dunia. Patung-patung raja yang ada saat itu dibuat dari emas murni. Banyak artefak asli kini tersebar di luar negeri, di antaranya di Belanda, Prancis, Jerman, dan New York," jelasnya.

(idn/dhn)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |