Habitat Satwa Terdampak Imbas Karhutla di Kalbar, 3 Orang Utan Dievakuasi

6 hours ago 4

Jakarta -

Sebanyak tiga orang utan dievakuasi dari perkebunan masyarakat di Desa Tanjungpura, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar). Ketiga orang utan itu ikut terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kalbar.

Ketiga orang utan yang terdiri atas seekor induk (Mama Yuni) dan dua anak (Yuni dan Pura) itu dievakuasi pada Jumat (21/8) karhutla mengancam habitat dan memutus jalur pergerakan mereka.

"Mama Yuni merupakan induk, Yuni merupakan anak yang masih bayi, sedangkan Pura merupakan individu remaja. Ketiganya telah terpantau berada di kawasan perkebunan masyarakat Desa Tanjungpura sejak awal 2026," kata Ketua Umum YIARI Silverius Oscar Unggul dilansir Antara, Senin (24/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Silverius mengatakan, selama berada di wilayah tersebut, tim Orangutan Protection Unit (OPU) YIARI secara aktif melakukan pemantauan terhadap keberadaan orang utan yang berpotensi menimbulkan interaksi negatif dengan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, termasuk Desa Tanjungpura.

Meski hutan di wilayah tersebut telah terfragmentasi oleh perkebunan masyarakat, ketiga orang utan masih dapat bertahan hidup di kawasan hutan yang tersisa.

Namun, kebakaran besar yang terjadi pada Juli dan Agustus 2026 menghanguskan fragmen hutan yang menjadi satu-satunya jalur pergerakan mereka. Kebakaran tersebut sekaligus menghilangkan area jelajah dan sumber pakan yang tersedia bagi orang utan.

"Ketika hutan terbakar dan koridor pergerakan terputus, orang utan kehilangan ruang untuk mencari makan, berlindung, dan berpindah. Pada akhirnya, mereka terdorong masuk ke kebun dan semakin dekat dengan permukiman manusia," ujar Silverius.

Akibat kondisi tersebut, ketiga orang utan terjebak di kawasan perkebunan yang berbatasan langsung dengan permukiman masyarakat.

Berdasarkan hasil pemantauan dan asesmen lapangan, BKSDA Kalimantan Barat bersama YIARI kemudian memutuskan melakukan evakuasi terhadap ketiga orange tan tersebut karena berada dalam kondisi terancam. Terlebih, titik api masih ditemukan di sejumlah wilayah Desa Tanjungpura dan sekitarnya.

Tim gabungan bergerak menuju lokasi sejak pagi tadi dan tiba sekitar pukul 07.00 WIB. Saat tiba di lokasi, tim menghadapi kondisi kabut asap yang cukup pekat akibat karhutla yang masih terjadi di sekitar wilayah tersebut.

Untuk meminimalkan risiko terhadap tim penyelamat maupun satwa, petugas menggunakan senapan bius dengan dosis anestesi yang dihitung secara cermat oleh dokter hewan berdasarkan estimasi berat badan dan kondisi masing-masing individu.

"Proses evakuasi berlangsung cukup lama. Tim membutuhkan waktu sekitar delapan jam untuk melakukan pembiusan terhadap ketiga orang utan karena satwa tersebut bergerak cukup lincah dan terus berpindah-pindah," ujarnya.

Setelah berhasil dilakukan anestesi, ketiga orang utan menjalani pemeriksaan medis secara menyeluruh. Tim medis juga memberikan cairan infus untuk memastikan kondisi fisik ketiganya tetap baik dan stabil sebelum dipindahkan.

Setelah pemeriksaan selesai dan kondisi ketiganya dinyatakan memungkinkan untuk dipindahkan, Mama Yuni, Yuni, dan Pura dievakuasi dari kebun warga menuju lokasi pelepasliaran di kawasan Tanagupa.

Sementara itu lanjutnya, perjalanan menuju lokasi translokasi tersebut membutuhkan waktu sekitar lima jam dengan menggunakan kombinasi transportasi darat dan air. Kawasan Tanagupa dipilih berdasarkan hasil asesmen sebagai lokasi yang lebih aman dan memiliki habitat yang sesuai untuk mendukung kehidupan orang utan di alam liar.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Palung Prawono Meruanto mengatakan pihaknya menyambut baik sinergi seluruh pihak dalam upaya translokasi ketiga orang utan tersebut.

"Kawasan Taman Nasional Gunung Palung merupakan habitat alami yang aman untuk mendukung kelangsungan hidup orang utan. Pasca-pelepasliaran, tim kami di lapangan akan terus memantau pergerakan dan proses adaptasi Mama Yuni, Yuni, dan Pura guna memastikan mereka dapat bertahan hidup dengan baik di rumah barunya," katanya.

Simak Video 'Gimana Nasib Satwa Saat Karhutla? Ini Kata Pakar BRIN':

(ygs/ygs)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |