Jakarta -
Pemprov DKI Jakarta menyampaikan dukacita mendalam atas tragedi kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Dalam peristiwa tersebut, seorang guru sekolah dasar (SD) di Jakarta Timur, Nurlela, menjadi korban kecelakaan tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana, menyampaikan belasungkawa atas kepergian Nurlela yang dikenal sebagai sosok pendidik berdedikasi.
"Kami sangat berduka cita atas kepergian Ibu Nurlela, salah seorang guru kami yang berdedikasi. Atas nama seluruh keluarga besar Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga almarhumah diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga diberikan kesabaran serta kekuatan," ujar Nahdiana dalam keterangannya, Selasa (28/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan pun akan memberikan pendampingan menyeluruh kepada keluarga korban. Pendampingan tersebut mencakup pengurusan pemakaman, administrasi, hingga dukungan psikososial bagi keluarga yang ditinggalkan.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, juga menyampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turut berduka atas kejadian ini. Ia menegaskan, almarhumah merupakan sosok guru yang telah berkontribusi dalam mencerdaskan generasi bangsa.
"Bapak Gubernur Pramono Anung menyampaikan dukacita yang mendalam atas meninggalnya Ibu Nurlela. Beliau adalah pendidik yang berdedikasi tinggi dan telah mencerdaskan generasi penerus bangsa," kata Chico.
Chico menambahkan, atas instruksi gubernur, Pemprov DKI akan mendampingi keluarga korban secara penuh, mulai dari proses pemakaman hingga pemulihan psikologis.
"Kami juga terus berkoordinasi intensif dengan semua pihak terkait agar penanganan dan tindak lanjut peristiwa ini dilakukan dengan cepat, tepat, dan transparan," imbuhnya.
Pemprov DKI Jakarta turut mengapresiasi seluruh pihak yang telah terlibat dalam penanganan pascakecelakaan. Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk mendoakan korban serta memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan agar diberi ketabahan.
Kecelakaan libatkan kereta api Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Akibatnya 14 orang tewas dan 84 orang terluka.
"Update 08.45 WIB: 14 meninggal dunia, 84 korban luka, proses penanganan masih berlangsung," kata VP Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan tertulis dilansir detikNews, Selasa (28/4).
KAI menyatakan seluruh biaya pengobatan bagi korban luka serta biaya pemakaman bagi korban meninggal dunia ditanggung oleh asuransi dan KAI.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyebut korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Sementara itu, untuk 84 korban luka dalam insiden itu sudah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan.
Saksikan Live DetikSore:
Lihat juga Video 'Presiden Prabowo Sambangi Rumah Sakit Jenguk Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi':
(bel/idn)

















































