AHY soal Posisi Gerbong KRL: Pria dan Wanita Sama, Tak Boleh Jadi Korban

3 hours ago 2
Jakarta -

Menteri PPPA Arifah Fauzi mengusulkan gerbong KRL khusus perempuan dipindah ke tengah rangkaian imbas kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL. Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan laki-laki dan perempuan sama-sama tak boleh jadi korban.

"Memang belum pernah terjadi sebelumnya ada tumbukan dari KRL dari belakang dihantam oleh kereta api jarak jauh. Dan kebetulan yang paling belakang adalah kereta khusus wanita. Pasti ada concern mengapa justru yang paling rentan yang kita siapkan secara khusus selama ini gerbongnya, justru yang mendapatkan bisa dikatakan risiko yang paling tinggi," ujar AHY kepada wartawan setelah menjenguk korban di RSUD Bekasi, Selasa (28/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini juga bagian yang akan kita terus evaluasi, tapi yang jelas adalah laki dan perempuan sama saja, tidak boleh menjadi korban dalam insiden apa pun," sambungnya.

Dia mengatakan yang jadi persoalan bukan laki-laki dan perempuan. Dia mengatakan pemerintah fokus memperbaiki sistem agar kecelakaan serupa tak terulang.

"Jadi yang kita fokuskan adalah bukan perempuan dan lakinya tetapi bagaimana sistem transportasi kereta dan sistem transportasi publik lainnya ini aman, selamat, menghadirkan rasa aman, nyaman, dan juga safety first itu benar-benar bukan hanya menjadi jargon tapi benar-benar bisa kita terapkan dengan baik," ujarnya.

AHY mengatakan hal ini akan mengatakan KNKT akan melakukan investigasi secara tuntas. Dia mengatakan penyebab kecelakaan harus bisa dijelaskan secara terbuka ke publik.

"KNKT tadi sudah menyanggupi akan melakukan investigasi secara menyeluruh. Saya minta transparan, terbuka, bisa dijelaskan kepada publik. Karena ini juga harus ada faktor edukasinya," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengusulkan gerbong KRL wanita ditempatkan di tengah rangkaian. Usulan itu buntut tabrakan maut kereta api (KA) Argo Bromo dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.

"Tapi, dengan peristiwa ini, kita mengusulkan, kalau bisa, yang perempuan itu ditaruh di tengah," ujar Arifah kepada wartawan setelah menjenguk korban di RSUD Bekasi, Selasa (28/4).

Arifah telah berkoordinasi dengan pihak KAI sekaligus menanyakan gerbong khusus wanita. Dia juga mendapat penjelasan KAI terkait posisi gerbong wanita di posisi depan atau belakang.

"Tadi kalau tadi kita ngobrol dengan KAI itu kenapa ditaruh di paling depan, paling belakang, supaya tidak terjadi rebutan," ucapnya.

Namun, menurut Arifah, imbas kecelakaan ini, dia ingin ada perubahan. Dia meminta gerbong yang ujung diisi gerbong pria.

"Jadi yang laki-laki di ujung. Depan belakang itu laki-laki, jadi yang perempuan di tengah gitu," kata dia.

Dalam kecelakaan maut ini, KA Argo Bromo menabrak bagian belakang KRL yang sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Sebanyak 15 korban meninggal seluruhnya merupakan perempuan yang berada di gerbong wanita.

Saksikan Live DetikSore:

Lihat Video 'Update Korban Tewas Tabrakan Kereta di Bekasi: 15 Tewas-88 Luka':

(tsy/haf)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |