DKI dan Banten Kembangkan Bendung Polor untuk Air Bersih-Pengendalian Banjir

2 hours ago 2

Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Gubernur Banten Andra Soni berencana mengembangkan Bendung Polor sebagai solusi untuk pemenuhan air bersih dan penanganan banjir di Jakarta dan Banten. Pramono menyebut pengembangan Bendung Polor salah satu kunci agar target 100 persen air bersih Jakarta pada 2029 dapat tercapai.

Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan Pramono dan Andra Soni di Balai Kota Jakarta, Rabu (4/2/2026). Menurut Pramono, Jakarta tidak mungkin menyelesaikan persoalan air bersih tanpa dukungan dari wilayah sekitar, khususnya Banten.

"Jakarta punya komitmen tahun 2029 air bersih harus 100 persen. Itu tidak mungkin tercapai tanpa support dari Banten. Karena itu, kami bicara langsung soal Bendung Polor," kata Pramono kepada wartawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menjelaskan Bendung Polor berpotensi dikembangkan sebagai catchment area untuk menahan air sekaligus sumber air baku yang nantinya dapat dikelola oleh PAM Jaya. Skema tersebut dinilai akan memberikan manfaat bagi kedua daerah.

"Bagi Banten, ini membantu pengendalian banjir. Bagi Jakarta, airnya bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Prinsipnya, harus saling menguntungkan," ujarnya.

Pramono menegaskan kerja sama ini tidak boleh hanya menguntungkan Jakarta. Ia menyebut pengelolaan Bendung Polor harus memberikan manfaat yang adil bagi Banten, termasuk dalam pembagian keuntungan jika proyek tersebut berjalan.

Sementara itu, Andra Soni mengaku adanya rencana pengelolaan bersama Bendung Polor. Ia mengatakan posisi Jakarta sebagai wilayah hilir membuat kerja sama pengelolaan air lintas daerah menjadi kebutuhan mendesak.

"Jakarta di hilir, kami di tengah, dan Jawa Barat di hulu. Kalau aliran air dari hulu dan tengah lancar, volumenya besar masuk ke Jakarta. Ini harus dikelola bersama, apalagi saat rob terjadi," ucap Andra.

Menurut Andra, Bendung Polor merupakan bendung lama yang sebelumnya dimanfaatkan untuk irigasi pertanian. Namun saat ini fungsi tersebut dapat dioptimalkan sebagai kawasan tangkapan air dan sumber air baku bagi warga Banten.

"Kami berencana mengelola Bendung Polor sebagai daerah tangkapan air dan air baku, termasuk untuk kepentingan warga Banten dan Jakarta," ujarnya.

Dia berharap, rencana pengembangan Bendung Polor dapat menjadi contoh konkret sinergi antardaerah dalam menyelesaikan persoalan strategis, mulai air bersih hingga pengendalian banjir.

"Masalah Jakarta dan Banten tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri. Harus dilihat sebagai satu ekosistem," imbuhnya.

(bel/fas)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |