Bayi Baru Lahir Dibuang di Lahan Kosong Bekasi, Polisi Buru Pelaku

5 hours ago 1

Bekasi -

Bayi perempuan yang baru lahir ditemukan di lahan kosong dekat salah satu perumahan, Desa Lambang Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar). Polisi melakukan penyelidikan untuk mencari tahu pelaku yang tega membuang bayi malang itu.

"Kami mulai melakukan penyidikan dengan memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap identitas pelaku," kata Kapolsek Tambun Selatan, Kompol Wuryanti, dilansir Antara, Rabu (15/7/2026).

Empat saksi telah dimintai keterangan sejak bayi tersebut ditemukan pada Selasa (14/7). Saksi itu di antaranya seorang pemulung yang pertama kali menemukan bayi dan sejumlah pedagang di sekitar lokasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, polisi belum memperoleh petunjuk yang mengarah kepada pelaku maupun identitas orang tua bayi tersebut. Proses penyelidikan terkendala minimnya petunjuk di lokasi kejadian. Area penemuan merupakan lahan kosong yang sepi, tidak dilengkapi kamera pengawas, dan bukan jalur yang ramai dilalui masyarakat.

"Yang jelas kami masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pelaku yang membuang bayi tersebut," jelasnya.

Wuryanti memastikan bayi perempuan itu telah mendapatkan penanganan medis. Setelah menerima laporan warga, petugas mendatangi lokasi dan mengevakuasi bayi yang mengalami demam ringan, kekurangan cairan, serta tampak menguning.

"Begitu menerima laporan, kami langsung ke lokasi, memeriksa kondisi bayi, kemudian mengevakuasi karena kondisinya agak hangat seperti demam, kurang cairan, dan terlihat agak kuning," ujarnya.

Bayi itu ditemukan tanpa pakaian dan hanya terbungkus kain bekas. Bayi sempat dibawa ke bidan desa untuk dibersihkan sebelum dirujuk ke RSUD Kabupaten Bekasi guna menjalani perawatan intensif.

"Alhamdulillah sekarang bayinya sudah dalam keadaan sehat," katanya.

Berdasarkan pemeriksaan medis, bayi tersebut diperkirakan berusia tiga hari dengan berat 3,1 kilogram dan panjang 49 sentimeter.Polisi juga memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh bayi.

"Hanya di hidung sempat ada kemerahan yang kemungkinan akibat gigitan semut atau serangga," ujarnya.

Setelah mendapatkan penanganan medis, petugas berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Bekasi karena bayi tersebut berstatus anak telantar.

"Setelah dirawat di RSUD, kami berkoordinasi dengan Dinas Sosial karena bayi ini merupakan anak terlantar," ujarnya.

Bayi itu ditemukan sekitar pukul 11.30 WIB oleh seorang pemulung bernama Kandar. Dia mengira bayi tersebut telah meninggal dunia karena tidak bergerak dan tidak menangis.

Setelah memastikan kondisinya menggunakan sebatang kayu dan bayi mulai bergerak serta menangis, Kandar segera meminta bantuan warga dan melaporkan penemuan itu kepada aparat setempat.

(wnv/rfs)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |