Antisipasi DBH Menyusut, DPRD DKI Dorong Optimalisasi Aset Daerah

3 hours ago 3

Jakarta -

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Basri Baco mendorong badan usaha milik daerah (BUMD) dan jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mengoptimalkan aset-aset yang belum produktif. Langkah itu dinilai penting sebagai antisipasi jika dana bagi hasil (DBH) yang diterima Jakarta dari pemerintah pusat mengalami penurunan.

Hal itu disampaikan Basri Baco saat rapat di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (15/6/2026). Menurutnya, pemerintah pusat saat ini tengah membutuhkan anggaran besar untuk berbagai program sosial yang menyentuh langsung masyarakat.

"Bisa jadi DBH kita turun lagi. Pemerintah pusat lagi gemar-gemarnya urusan sosial yang menyenangkan masyarakat dan perlu dana besar," kata Basri Baco.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena itu, ia meminta BUMD mulai memikirkan cara untuk memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pendapatan daerah. Salah satunya dengan memanfaatkan aset-aset yang selama ini belum menghasilkan.

"Nah sehingga dari awal saya sampaikan bahwa sepertinya Pak Kaban, BUMD ini harus sudah berpikir bagaimana bisa kontribusi besar dan maksimal terhadap APBD kita. Aset-aset yang tidak produktif cepat-cepat jadi duit," ujarnya.

Basri menilai banyak aset milik daerah yang masih bisa dimaksimalkan. Ia mendorong pemanfaatan lahan kosong maupun gedung yang belum produktif melalui kerja sama dengan pihak swasta maupun skema pembiayaan kreatif.

"Artinya gandeng pihak ketiga, swasta, atau siapa pun. Lahan-lahan kosong, gedung-gedung kosong jadi duit. Serta creative financing," tuturnya.

Ia menegaskan idealnya BUMD tidak hanya mengandalkan sumber pendapatan yang ada, melainkan mampu berdiri mandiri dengan memaksimalkan seluruh potensi aset yang dimiliki.

"Sehingga idealnya semua BUMD tidak mengharapkan lagi, BUMD berdiri sendiri memaksimalkan potensi yang ada, aset-aset semua," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Basri juga menyinggung potensi aset yang dimiliki PT Pembangunan Jaya Ancol. Berdasarkan informasi yang diterimanya, masih terdapat lahan kosong yang bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan pendapatan tambahan.

"Itu Ancol itu tanahnya masih banyak yang kosong berdasarkan informasi. Nah coba sekali-sekali mungkin yang punya kelebihan dana bikin apa di dalam situ supaya tanah-tanah yang kosong itu bisa monetize. Jadi duit lah," jelasnya.

Menurut Basri, optimalisasi aset daerah menjadi salah satu langkah yang perlu dipercepat agar kondisi fiskal Jakarta tetap kuat apabila terjadi penurunan transfer dana dari pemerintah pusat. Ia pun meminta usulan tersebut menjadi bahan pembahasan dalam berbagai forum bersama BUMD dan pemangku kepentingan terkait.

(rdp/rdp)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |