Wamensos Ajak Aktivis Pemuda & Mahasiswa Sukseskan Program Pemberdayaan

5 hours ago 6

Jakarta - Wakil Menteri Sosial RI (Wamensos) Agus Jabo Priyono menerima audiensi lima organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan di kantor Kementerian Sosial, Jakarta. Audiensi membahas rancangan usulan kerja sama antara organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan dengan Kemensos.

Program itu di antaranya bina desa, pendidikan karakter, literasi kesejahteraan sosial nasional, pemberdayaan ekonomi, pendampingan psikososial, relawan sosial, serta agenda organisasi kepemudaan.

Adapun audiensi diikuti perwakilan dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII), Pengurus Pusat Pemuda Persatuan Ummat Islam (PP Pemuda PUI), dan Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswi Persatuan Islam (PP HIMI Persis).

Dalam kesempatan ini Agus menyampaikan para aktivis perlu memahami akar persoalan sosial. Lantaran kerja-kerja sosial tidak cukup hanya berbentuk kegiatan teknis, tetapi harus punya arah besar.

"Saya ingin mengajak kalian menjadi pemimpin-pemimpin besar, bukan sekadar pekerja sosial," kata Agus, dalam keterangan tertulis, Senin (25/5/2026).

Agus meminta organisasi pemuda dan mahasiswa membuat program yang konkret. Setiap kegiatan harus memiliki sasaran, bentuk pelaksanaan, dan tujuan akhir yang jelas.

"Makanya saya minta konkret kalau bicara masalah program. Pemberdayaannya apa? Targetnya apa? Harus jelas," tegas Agus.

Agus juga menekankan pentingnya data dalam pelaksanaan program sosial. Lantaran Presiden RI Prabowo Subianto telah memberi mandat agar bantuan sosial semakin tepat sasaran.

"Data kita itu yang kemudian menjadi mandat Presiden," kata Agus.

Agus menjelaskan Kemensos memiliki tiga fokus besar. Pertama, perbaikan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Kedua, bantuan sosial yang lebih tepat sasaran. Ketiga, Sekolah Rakyat.

"Selama ini Indonesia tidak pernah punya data yang sama. Pemerintah lembaga, pemerintah daerah punya data sendiri-sendiri sehingga program ekonomi dan sosialnya fragmentasi," jelas Agus.

"Tidak fokus sehingga pengentasan kemiskinannya tidak selesai," sambungnya.

Terkait bansos, Agus menyampaikan Kemensos sedang mengubah bansos pasif menjadi bansos yang lebih produktif melalui pemberdayaan.

Agus turut menjelaskan Sekolah Rakyat menjadi salah satu cara untuk memutus kemiskinan antargenerasi.

"Sekolah Rakyat itu tujuannya Presiden untuk memutus transmisi kemiskinan. Jadi kalau orang tuanya miskin, Presiden tidak ingin anaknya miskin," jelas Agus.

Agus meminta organisasi pemuda membangun kepemimpinan yang kuat, tidak hanya bekerja dalam kegiatan teknis, tetapi juga memahami persoalan besar bangsa.

"Kalian itu ingin jadi pemimpin bangsa, bukan ingin jadi pegawai negeri. Pikirannya harus besar, pikirannya harus strategis," kata Agus.

Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) PB Pelajar Islam Indonesia (PII) Amsal Alfian menyampaikan perhatian terhadap krisis anak putus sekolah dan rencana kerja sama melalui program Sekolah Rakyat.

Amsal juga menyampaikan bahwa PII memiliki jaringan kader di daerah yang dapat ikut membantu pendataan dan pendidikan karakter siswa Sekolah Rakyat.

"Kaderisasi PII bisa masuk ke sekolah rakyat untuk fokus dalam pendidikan karakter. Yang kedua, kita bisa merekomendasikan pelajar-pelajar yang putus sekolah agar bisa masuk ke sekolah-sekolah terdekat," kata Amsal.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP GMNI Amir Mahfud menyampaikan gagasan tentang Gerakan Nasional Literasi Kesejahteraan Sosial dan program 1000 desa binaan di daerah 3T. Adapun perwakilan UMJ Sadam Sabili menyampaikan rencana kegiatan bina desa oleh BEM UMJ.

Lebih lanjut, Ketum PP Pemuda PUI U Palahuddin Assopari memaparkan program relawan sosial, pemberdayaan UMKM, pesantren peduli, dan ketahanan pangan berbasis pesantren.

Kemudian, Ketum PP HIMI Persis Ghina Ainal Mardliyah menyampaikan program Rumah Bangkit Cendekia, pendampingan ekonomi perempuan, layanan psikososial, bilik aduan perempuan Teman Aman, dan program Mutiara.

(anl/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |