Kemendikdasmen Ungkap Sebab Guru Honorer Menumpuk: Rekrutmen ASN Minim

6 hours ago 5

Jakarta - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat mengungkap penyebab banyaknya jumlah guru honorer. Dia menyebut minimnya rekrutmen guru ASN jadi penyebabnya.

Atip mengatakan dari 2006 sampai 2008 terjadi rekrutmen guru ASN dalam jumlah besar. Namun, dari 2008 sampai 2012, rekrutmen guru ASN menurun sangat tajam.

"Kemudian ada lagi rekrutmen dari tahun 2013-2014. Dari 2014 terjadi lagi penurunan yang sangat tajam sampai 2016. Melandai 2016 sampai 2018, kemudian naik lagi dan setelah itu turun lagi. Jadi ini kondisinya sehingga itu yang menyebabkan guru non-ASN gitu," kata Atip dalam diskusi Fraksi Golkar MPR RI di Bintaro, Tangerang Selatan, Senin (25/5/2026).

Atip melanjutkan Kemendikdasmen menyiapkan antisipasi jangka pendek untuk masalah ini. Mereka mengusulkan restrukturisasi kewenangan pengelolaan guru.

"Satu, perencanaan kebutuhan pendidik dan tenaga kependidikan dilakukan bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Pengendalian formasi dan distribusi guru dilakukan pemerintah pusat melalui Ruang Talenta Guru. Pengendalian formasi dan distribusi pendidik selain guru serta tenaga kependidikan dilakukan pemerintah daerah," jelasnya.

Sementara itu, dia menyebut pengangkatan guru, pamong belajar, penilik, dan pengawas sekolah dilakukan pemerintah pusat. Kemudian penilaian kinerja, pembinaan karier, dan pengembangan profesi, penghargaan, kesejahteraan, serta perlindungan pendidik dan tenaga kependidikan dilakukan pemerintah pusat dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya.

"Lima poin inilah yang kami ajukan sebagai grand design dan kami juga sudah merumuskannya ini di rancangan perubahan di Undang-Undang Sisdiknas," katanya.

Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, menambahkan jumlah guru ASN pensiun dan rekrutmen guru ASN juga tidak sebanding. Angka rekrutmennya di bawah 50 persen dari guru yang pensiun.

"Setiap tahun pensiun 70 ribu tapi rekrut kita selalu di bawah 50%, artinya kan jarak antara kekosongan ini yang diisi guru honor. Jadi karena ini rekrutnya kecil, pensiun 70 ribu, sementara kan butuh guru, sekolah merekrut sendiri, itu keberadaan guru honor," jelasnya. (tsy/jbr)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |