Hubungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni memanas usai Trump menyebut Meloni 'mengemis' meminta berfoto. Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, yang membatalkan kunjungannya ke AS gara-gara ucapan Trump.
Dilansir CNN dan CNBC, Minggu (21/6/2026), Tajani dijadwalkan berangkat ke AS hari ini untuk mengikuti forum bisnis Italia-AS di Miami. Dia rencananya bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.
Tajani kemudian membatalkan rencana perjalanannya ke AS. Dia menyebut ucapan Trump sebagai hal 'serius dan menyinggung' terhadap Meloni dan seluruh Italia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dukungan untuk Meloni juga mengalir dari Presiden Italia, Sergio Mattarella. Menteri Transportasi Italia, Matteo Salvini, juga mengecam sikap Trump terhadap Meloni.
"Siapa pun yang menyerang @GiorgiaMeloni menyerang kita semua," tulis Menteri Transportasi Matteo Salvini.
Menteri Pertahanan Italia, Guido Crosetto, mengatakan dia tidak percaya Meloni akan meminta foto kepada seseorang 'bahkan di bawah ancaman'. Menteri Kehakiman Italia, Carlo Nordio, juga membela Meloni dengan merujuk pada pengorbanan pasukan AS dalam Perang Dunia II untuk menggarisbawahi kerusakan hubungan AS-Italia yang disebabkan oleh Trump.
"Ribuan salib yang menandai makam tentara Amerika yang gugur untuk membebaskan kita dari kediktatoran Nazi-Fasis tidak pantas menerima pukulan menyakitkan seperti itu terhadap ikatan persaudaraan kita," kata Nordio di X.
PM Italia Giorgia Meloni (REUTERS/Evelyn Hockstein)
Perseteruan Trump Vs Meloni
Meloni dan Trump awalnya memulai hubungan dengan baik. Kedua pemimpin tersebut memiliki kesamaan ideologi dalam banyak isu.
Sebagai kepala partai sayap kanan, Meloni menyampaikan dukungan pembatasan migrasi dan mempromosikan nilai-nilai tradisional. Beberapa minggu sebelum pelantikan Trump pada tahun 2025, Meloni bertemu Trump di Mar-a-Lago, sebuah kunjungan yang menurutnya 'melampaui ekspektasi'.
Saat itu, Meloni mengatakan 'Ini adalah kesempatan untuk mengukuhkan hubungan yang menjanjikan akan sangat solid'. Beberapa bulan setelah itu, Trump berulang kali memuji Meloni sebagai sosok yang 'fantastis, luar biasa, cantik, dan seorang teman'.
Namun, perbedaan mencolok muncul terkait Ukraina. Meloni juga dengan tegas memperingatkan terhadap ancaman AS untuk merebut Greenland secara paksa dari Denmark.
Dia mengaku tidak percaya Washington akan bertindak sejauh itu dan bahwa Italia tidak akan pernah mendukung langkah tersebut. Tahun ini, Meloni menyebut kritik Trump terhadap Paus Leo XIV atas penentangannya terhadap perang AS dengan Iran sebagai hal yang 'tidak dapat diterima'.
Trump kemudian mengkritik Meloni dan Italia sebagai kegagalan untuk membantu AS dalam konflik dengan Iran. Sebagian besar pemimpin Eropa memang berusaha untuk tidak ikut campur urusan AS dengan Iran.
Terbaru, Trump dan Meloni kembali terlibat perselisihan. Kali ini, perseteruan dipicu ucapan Trump yang menyebut Meloni 'mengemis' meminta foto bersama dirinya dalam KTT G7 di Prancis.
Dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi Italia La7 minggu ini, Trump mengklaim Meloni telah 'mengemis' kepadanya untuk berfoto di KTT tersebut dan dia menurutinya karena merasa kasihan padanya.
"Dia memohon kepada saya untuk berfoto dengannya. Dia sangat ingin berfoto dengan saya. Saya tidak akan melakukannya, tetapi saya merasa kasihan padanya," katanya.
Meloni langsung membantah komentar tersebut dalam sebuah video bernada tajam yang diunggah Jumat pagi. Dia mengatakan komentar itu pantas mendapatkan 'tanggapan segera'.
"Pernyataan Donald Trump sepenuhnya dibuat-buat. Terus terang, saya terkejut. Saya tidak tahu mengapa presiden Amerika Serikat berperilaku seperti ini terhadap sekutunya sendiri, dan ini bukan pertama kalinya hal itu terjadi," katanya dalam video yang diunggah di X.
Presiden AS Donald Trump (Foto: REUTERS/Evelyn Hockstein)
"Saya hanya bisa mengatakan bahwa sangat disayangkan dia tidak memiliki tekad yang sama terhadap musuh-musuh Barat, terhadap musuh-musuh Amerika Serikat, terhadap kepemimpinan yang justru tampak jauh lebih akomodatif baginya. Tetapi Anda harus ingat satu hal: Italia dan saya tidak pernah mengemis," sambung Meloni.
Trump kembali menulis soal Meloni di media sosial. Dia menyebut Meloni berulang kali minta foto bareng.
"Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni berulang kali meminta untuk berfoto bersama saya selama pertemuan G-7 di Prancis," tulis Trump di media sosial.
Meloni juga langsung menepis Trump dengan menyatakan bahwa argumennya tidak masuk akal dan menyarankan Trump mengarahkan perhatiannya pada popularitasnya sendiri daripada popularitasnya. Dia mengatakan popularitasnya bertahan karena 'kemampuannya untuk membela kepentingan nasional Italia' dan menyebut hal itu adalah alasan mengapa dia menolak akses AS ke pangkalan militer Italia awal tahun ini.
"Presiden Trump, serangan terus-menerus dan tidak beralasan ini tidak masuk akal," tulis Meloni di Facebook pada Sabtu malam. Ia menambahkan bahwa persahabatannya dengan pemimpin AS tidak pernah berkontribusi pada popularitasnya, seperti yang diklaim presiden.
"Bagaimanapun, popularitas saya bukanlah urusan Anda. Saya sarankan Anda fokus pada popularitas Anda sendiri," tambah Meloni.
Simak juga Video 'Trump Pamer Pesawat Boeing 747 Hadiah dari Qatar':
(haf/knv)


















































