Brimob Polda NTT Bantu Evakuasi Korban dari Reruntuhan Usai Gempa M 7,7

5 hours ago 2

Jakarta -

Personel Kompi 4 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda NTT membantu mengevakuasi korban usai gempa magnitudo (M) 7,7 di Nusa Tenggara Timut (NTT). Mereka melaksanakan pengamanan dan penanganan situasi pascagempa bumi di Terminal Penumpang Pelabuhan Lorens Say.

Sebanyak 10 personel dipimpin Paops Ipda Yohanis Lamahoda diterjunkan ke lokasi untuk mengamankan area terdampak serta membantu proses evakuasi reruntuhan bangunan terminal. Petugas menemukan korban yang kemudian dilakukan proses identifikasi dan pendataan

"Hingga saat ini tercatat tiga korban, dengan dua korban telah teridentifikasi dan satu korban masih dalam proses identifikasi," kata Dansat Brimob Polda NTT, Kombes Afrizal Asri dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Afrizal mengatakan situasi di lokasi aman dan terkendali. Namun personel tetap bersiaga serta mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan tidak memasuki area terminal yang terdampak.

"Personel Brimob akan terus mendukung proses penanganan bencana bersama instansi terkait demi memastikan keselamatan masyarakat. Kami terus bersinergi dalam penanganan pascagempa dan mengutamakan keselamatan masyarakat," ujarnya.

Patroli dan respons tanggap bencana juga dilakukan Personel Kompi 1 Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda NTT di wilayah Kota Labuan Bajo. Personel bergerak menuju Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, untuk melakukan patroli dan membantu mengevakuasi para pengunjung Hotel Jayakarta yang mengalami kerusakan akibat gempa.

"Personel kemudian melanjutkan patroli ke RSU Siloam Labuan Bajo. Di lokasi tersebut, personel membantu proses evakuasi pasien ke luar gedung dan mendirikan tenda darurat bagi pasien yang masih berada di halaman rumah sakit sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gempa susulan," ungkapnya.

"Kehadiran personel Brimob merupakan bentuk respons cepat untuk memberikan rasa aman serta membantu proses evakuasi dan penanganan masyarakat terdampak bencana," imbuhnya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan info terbaru terkait penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Lebih dari 40 warga meninggal dunia dan ratusan rumah mengalami kerusakan.

"Total jumlah korban meninggal dunia mencapai 47 orang. Sebaran korban tersebut teridentifikasi di Kabupaten Manggarai 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka 3 orang, Ngada 1 orang dan Ende 1 orang," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Sabtu (15/8).

Selain korban ini, petugas mengevakuasi dan melakukan perawatan medis terhadap para korban luka-luka. BNPB dan pihak lain mengirim bantuan pangan dan nonpangan ke wilayah bencana.

Data sementara sore tadi, pukul 17.00 WIB, Sabtu (15/8), total rumah rusak berat mencapai 157 unit, rusak sedang 41 unit dan rusak ringan 148 unit. Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum, seperti fasilitas Pendidikan 87 unit, kesehatan 18 unit, tempat ibadah 5 unit, kantor 6 unit dan sejumlah fasilitas umum lain.

Sementara itu, Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Noer Isrodin Muchlisin, merinci korban di Kabupaten Manggarai Timur tercatat ada 11 orang meninggal dunia dan yang luka-luka ada 24 orang. Kemudian, di Kabupaten Sikka ada 3 orang meninggal dan 2 orang luka-luka.

Di Kabupaten Manggarai Barat, tercatat ada 1 orang meninggal dunia dan 2 orang terluka. Selanjutnya, Kabupaten Manggarai itu ada 24 orang korban jiwa dan yang 22 orang korban luka. Sementara, di Kabupaten Nagekeo terdapat 1 orang meninggal dunia.

(dvp/wnv)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |