Sungai Ciujung Serang Berwarna Hitam Diduga Tercemar, Anggota DPRD Minta Diusut

5 hours ago 5

Jakarta -

Anggota DPRD Kabupaten Serang Ahmad Muhibbin (Ibin) mengatakan pencemaran di Sungai Ciujung, Kabupaten Serang, Banten terjadi setiap tahun. Ibin menyebut kondisi ini perlu penanganan serius dari semua pihak.

Ibin menyebut pencemaran di sungai akan nampak jika terjadi kemarau. Saat itu debit air surut dibanding musim hujan.

"Saya lahir dan tumbuh di desa yang berada di sepanjang Sungai Ciujung. Karena itu, saya dan masyarakat Serang Utara merasakan langsung kondisi sungai yang sering kali menghitam pekat dari tahun ke tahun," kata Ibin, Senin (22/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia pun mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang bersama instansi terkait untuk segera menyelidiki kasus pencemaran. Ia meminta pihak berwenang untuk mengusut tuntas perusahaan-perusahaan yang diduga menjadi penyebab pencemaran Sungai Ciujung dan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciujung.

"Airnya digunakan untuk mengairi sawah, tambak ikan, dan berbagai aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, dugaan pencemaran yang terjadi harus ditangani secara serius dan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut," katanya.

Menurutnya, jika ditemukan kelalaian atau pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan atau pihak tertentu, harus diambil tindakan tegas.

"Apabila memenuhi unsur pidana, penegak hukum harus menjatuhkan sanksi pidana sebagai efek jera," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Sungai Ciujung diduga tercemar. Air di sungai itu kini berwarna hitam dan mengeluarkan bau menyengat.

Dilihat detikcom, Senin (15/6), air Sungai Ciujung di Kampung Jongjing, Tirtayasa, Kabupaten Serang, berwarna hitam. Terlihat minyak berada di atas aliran sungai tersebut. Selain itu, tercium bau tak sedap di pinggir sungai.

Salah satu warga sekitar, Wiwi, menyebutkan air sungai sudah menghitam selama lima hari. Ia pun merasa tidak nyaman dengan bau yang muncul dari Sungai Ciujung.

Selain terganggu karena bau, Wiwi khawatir kondisi air yang tercemar ini malah membuat padi di sawahnya mati.

"Orang setiap jalan bau, ya. Terus kalau mau diesel ini (disedot) kan nggak bisa. Kalau air kayak begini, keruh kan. Nggak bisa kalau dibuat sawah, kan nggak bisa untuk padi, Pak. Bisa-bisa mati padinya," ucapnya.

Tonton juga video "Penampakan Sungai Ciujung Serang yang Kini Menghitam, Ikan-ikan Mati"

(aik/whn)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |