Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karawang Klari Pancawati II diduga diserang dan dirusak oleh dua orang bersenjata tajam. Penyerangan itu disebut dipicu persoalan utang pribadi.
Berdasarkan keterangan yang diberikan Badan Gizi Nasional (BGN), Kamis (19/3/2026), aksi penyerangan dan perusakan SPPG Karawang Klari Pancawati II terjadi pada Selasa (17/3) malam. Video aksi kekerasan tersebut juga viral di media sosial.
Dalam keterangan yang disampaikan BGN, aksi kekerasan ini diduga dipicu persoalan utang pribadi yang berujung pada konflik dan bereskalasi menjadi kekerasan bersenjata tajam di area SPPG. Pelaku disebut datang berdua menggunakan sepeda motor dan langsung mencari petugas keamanan yang sedang berjaga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cekcok pun tak terhindarkan hingga pelaku mengacungkan golok dan menyerang korban di dalam area SPPG. Petugas keamanan terpaksa berlindung di ruang loker relawan sementara pelaku merusak pintu dengan senjata tajam hingga jebol dan masuk ke ruangan.
Korban mengalami luka akibat sabetan senjata dan pecahan kaca, sementara fasilitas SPPG mengalami kerusakan termasuk pintu dan peralatan. Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera melakukan pengejaran saat peristiwa ini terjadi.
Satu pelaku berhasil diamankan, sementara satu lainnya melarikan diri. Aparat kepolisian yang tiba di lokasi juga langsung melakukan penanganan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Konflik ini bermula dari dugaan penggelapan uang setoran sepeda motor sebesar sekitar Rp 12 juta. Ketegangan memuncak saat korban menuntut pertanggungjawaban hingga akhirnya berujung pada aksi penyerangan dan perusakan di lokasi SPPG.
Respons BGN
Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) buka suara atas aksi penyerangan SPPG di Karawang tersebut. BGN tidak menoleransi aksi kekerasan dan memastikan pelaku akan diproses secara hukum.
"Kami pastikan pelaku diproses secara hukum tanpa kompromi. Keamanan seluruh SPPG adalah prioritas mutlak," ujar Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, dalam keterangannya.
Sony mengatakan pihaknya mengecam keras aksi kekerasan tersebut. Dia mengatakan BGN akan mengawal penuh proses hukum terhadap pelaku.
"Ini bukan sekadar tindak kriminal biasa, tetapi serangan terhadap fasilitas negara yang melayani masyarakat. Kami tidak akan mentoleransi aksi seperti ini," ujarnya.
Lebih lanjut, Sony juga menambahkan BGN akan memperkuat sistem keamanan di seluruh titik layanan. Dia mengatakan BGN memastikan operasional program MBG di SPPG Karawang tetap berjalan dengan memperketat pengawasan demi menjamin keamanan petugas dan keberlangsungan layanan bagi masyarakat.
"Kami akan evaluasi total, termasuk pengamanan dan mitigasi risiko di lapangan agar kejadian serupa tidak terulang," ujarnya.
Tonton juga video "Sajikan Menu yang Bikin Viral, 62 SPPG Ditutup Sementara Selama Ramadan"
(mib/maa)

















































