Soal AHY, PKS Bilang Tak Mudah Berkontestasi Lawan Prabowo di 2029

5 hours ago 5
Jakarta -

Ketua Bidang Pemenangan Pemilu dan Pilkada (BP3) DPP PKS Mardani Ali Sera merespons pidato Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menyinggung soal kekuasaan bersifat sementara hingga disebut sebagai sinyal siap menjadi kontender Pilpres 2029 oleh Golkar. Mardani mengingatkan tak mudah melawan Prabowo Subianto pada 2029.

Mardani awalnya memuji sosok AHY. Dia menyebut AHY layak menjadi tokoh nasional.

"Mas AHY anak muda yang berkapasitas. Apalagi ketum partai. Layak menjadi tokoh nasional," kata Mardani saat dihubungi, Rabu (9/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mardani juga tak masalah jika AHY benar-benar hendak menjadi kontender pilpres. Menurutnya, itu hak AHY sebagai warga negara.

"Apakah akan maju? Itu hak Mas AHY," ucap dia.

Meski begitu, Mardani mengingatkan tidak mudah melawan Prabowo. Ia menyinggung soal posisi Prabowo saat ini.

"Tentu dengan posisi Pak Prabowo saat ini tidak mudah bagi siapapun untuk berkontestasi," ujarnya.

Sinyal Gestur AHY

Waketum Golkar Ahmad Doli Kurnia sebelumnya menanggapi pernyataan AHY terkait kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya. Doli sempat menyoroti gestur AHY dalam pidato politiknya saat acara HUT Demokrat tersebut.

"Secara substansi, apa yang disampaikan oleh AHY, saya setuju sepenuhnya. Tentang pertumbuhan demokrasi yang harus terus dijaga, tanggung jawab seluruh institusi negara, tugas utama pemerintah dan hak serta kewajiban warga negara," kata Doli kepada wartawan.

Kendati demikian, Doli menyoroti posisi AHY yang berada di koalisi pemerintah. Ia memandang AHY seolah memberi sinyal kuat menjadi pesaing di pilpres mendatang.

"Namun, dilihat dari cari penyampaian, gestur, dan standing position-nya, AHY seperti memberi sinyal kuat bahwa beliau siap menjadi salah seorang contender dalam pilpres mendatang," ujar Doli.

"Padahal, kita semua saat ini, sebagai sebuah bangsa, sedang menghadapi tantangan yang luar biasa. Situasi yang dihadapi masyarakat juga tidak mudah. Dan AHY posisinya saat ini adalah bagian dari pemerintah yang seharusnya ikut bertanggung jawab atas situasi apa pun yang dihadapi," tambahnya.

Penjelasan Demokrat

Partai Demokrat menanggapi pernyataan Waketum Golkar Ahmad Doli Kurnia yang menilai gestur AHY seperti memberi sinyal siap menjadi kontender di Pilpres 2029. Demokrat menegaskan pidato AHY mengenai kekuasaan tak berkaitan dengan persiapan menuju Pilpres 2029.

"Demokrat menegaskan pidato AHY sama sekali tidak berkaitan dengan kepentingan politik praktis, apalagi terkait Pilpres 2029. Pidato Politik Ketum AHY selalu berbicara mengenai konsep besar, gagasan-gagasan dan pemikiran besar. Masa depan bangsa dan negara. Nasib rakyat. Kemaslahatan orang banyak. Seperti apa peran Demokrat, dalam memperjuangkan harapan rakyat," tulis pernyataan Partai Demokrat, Selasa (8/9/2026).

Demokrat menjelaskan pernyataan AHY mengenai kekuasaan harus dilihat secara utuh. Menurut dia, AHY menekankan bahwa kekuasaan merupakan amanah rakyat dan memiliki batas waktu.

"AHY menegaskan kekuasaan datang dan pergi. Jabatan ada waktunya. Pemilu memiliki siklusnya. Tetapi tanggung jawab kepada rakyat tidak pernah selesai. Di sinilah poin utamanya," ujarnya.

Demokrat mengatakan AHY mengajak kadernya untuk meresapi makna keberadaan partai selama seperempat abad ini. Menurut dia, AHY meminta kader melakukan refleksi dan introspeksi diri.

"Beliau menegaskan dalam kalimat selanjutnya. Dua puluh lima tahun pertama adalah sejarah. Dua puluh lima tahun berikutnya adalah tanggung jawab kita. Kita pernah di pemerintahan, di kekuasaan, dan kita pernah berada di luar kekuasaan," paparnya.

"Kepada kader Demokrat yang berada di pemerintahan, gunakanlah kekuasaan hari ini untuk melayani," sambungnya.

Simak juga Video 'Polemik Usai Pidato AHY Soal Kekuasaan Bukan Milik Seseorang':

(maa/gbr)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |