Pernahkah Anda membayangkan seorang raja memerintahkan pasukannya mencambuk laut? Ya, itu yang dilakukan oleh Raja Persia, Xerxes I. Dia ngamuk ke laut gara-gara jembatan ponton yang dibuatnya hancur terkena badai.
Dikutip dari situs Library of Congress Amerika Serikat dan situs Washington State University, Selasa (17/3/2026), Xerxes hidup pada 519 hingga 465 SM. Dia memimpin Persia, sekarang Iran, dalam invasi ke Yunani.
Dalam buku 'Sejarah Xerxes yang Agung' karya Jacob Abbot, kawasan yang disebut Asia Kecil pada masa Xerxes memiliki garis lintang yang sama dengan New York. Namun, musim dingin di puncak-puncak gunung di sana sangat jarang terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salju memang turun di pegunungan dan es kadang-kadang menutupi aliran sungai yang tenang. Namun secara umum, penduduk kawasan itu tidak mengetahui tentang wilayah utara yang dingin dan beku kecuali lewat desas-desus dan legenda yang liar.
Meski demikian, ada periode angin kencang dan hujan dingin yang disebut musim dingin terjadi. Xerxes disebut terpaksa menunggu hingga musim buruk berlalu sebelum memulai invasinya ke Yunani.
Namun, Xerxes disebut tidak sepenuhnya terhindar dari dampak buruk badai dahsyat yang terjadi saat dia berada di Sardis. Badai itu menghancurkan jembatan yang telah dibangunnya melintasi Hellespont. Sebagai informasi, Hellespont merupakan selat sempit bersejarah yang memisahkan Asia dan Eropa. Kini, selat itu dikenal sebagai Selat Dardanella di Turki.
Kembali soal Xerxes, dia disebut sangat murka ketika jembatan ponton yang disusun di atas kapal-kapal tersebut rusak. Dia marah kepada laut karena telah menghancurkan bangunan itu dan kepada para arsitek yang membangunnya karena tidak membuatnya cukup kuat untuk menahan badai.
Dia lalu disebut bertekad menghukum ombak laut dan bangunan itu. Dia memerintahkan agar laut dicambuk dan mengarahkan agar rantai-rantai besar dilemparkan ke dalamnya sebagai simbol pembangkangannya terhadap kekuasaan laut dan tekadnya untuk menundukkan laut di bawah kendalinya.
Penulis menyebut orang-orang yang melaksanakan perintah tak masuk akal dari Xerxes itu juga disuruh berteriak ke laut. Mereka mengikuti kata-kata yang telah disusun Xerxes.
"Monster yang menyedihkan! Anggaplah ini sebagai hukuman yang ditimpakan tuanmu Xerxes, kepadamu, atas semua luka yang tidak beralasan dan sembrono yang telah kau lakukan padanya. Yakinlah bahwa dia akan melewatimu atau tidak. Dia membenci dan menentangmu, apa pun dirimu, karena kekejamanmu yang tak terpuaskan, dan kepahitan airmu, kekejian umum umat manusia," demikian dikutip dari buku tersebut.
Sementara, orang-orang yang telah membangun jembatan itu dihukum mati. Dia memerintahkan agar setiap orang dari mereka dipenggal kepalanya.
(haf/imk)

















































