Setjen DPR Tak Sediakan Snack Rapat Eselon 1 Demi Efisiensi, Lift Dibatasi 70%

14 hours ago 8
Jakarta -

Sekretariat Jenderal DPR RI melakukan upaya efisiensi menghadapi kondisi ekonomi dunia yang tak menentu buntut konflik di Timur Tengah. DPR RI kini tak lagi memberikan jamuan berupa makanan ringan saat rapat internal yang dipimpin oleh eselon 1.

"Ya selama ini kan kalau rapat-rapat itu disediakan snack. Nanti kalau rapatnya panjang sampai jam 13.00, disiapin lagi apa nasi boks atau apa gitu ya, kita sebutlah makan besar gitu ya. Sebenarnya sih bukan makan besar ya, snack sama makan siang gitu," kata Indra saat dihubungi, Minggu (29/3/2026).

Ia menyebut rapat di unit biro tak ada jamuan camilan. Indra mengatakan snack sebelumnya hanya dihadirkan untuk rapat yang dipimpin oleh eselon 1.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itupun rapatnya kalau dipimpin oleh eselon 1 gitu ya ini ya. Jadi kalau dipimpin eselon 1 itu tidak diperbolehkan, dulu pernah kita terapin waktu apa di Covid apa ya? Jadi, kalau nanti rapat-rapat apa di lingkungan unit biro atau bagian, nah itu nggak boleh ada jamuan ini," ungkapnya.

Indra mengatakan konsep efisiensi DPR berlangsung untuk anggaran satu tahun ke depan. Penggunaan listrik dari mulai lampu hingga AC juga dikurangi sampai pukul 18.00 WIB.

"Itu sudah sampai Desember konsepnya. Maksud saya sampai dengan satu tahun anggaran ke depan sikap kita harus sudah dengan sikap efisiensi ke depan. Sudah nggak bisa lagi sekedar karena ada krisis atau ada pembatasan pemerintah sedang meminta kepedulian, saya kira bukan itu lagi sekarang," ujar Indra.

Ia mengatakan selama ini ruang di lobi gedung Nusantara DPR kerap menyala saat malam hari. Ke depannya, penggunaan listrik akan dibatasi untuk penghematan energi.

"Itu kan jam 18.00 selama ini kan ruang-ruang misalnya di lobi Nusantara IV, lobi Nusantara III, lobi Nusantara II itu kan lampu tuh satu koridor seluruhnya nyala gitu ya untuk prepare. Nanti nggak," kata Indra.

"Kalau ada ruang rapat kan kita sudah kasih tahu ke semua Kabag Setkomisi, AKD untuk memberitahukan jika (ada) rapat. Jadi nanti yang kita nyalakan sektoral di ruang rapat itu dan mungkin lobi di sekitar situ, tapi gedung-gedung lainnya tetap kita matikan," tambahnya.

Ia menyebut selama ini 10 lift di DPR selalu siaga meski tak lagi digunakan. Penggunaan ke depan, lanjutnya, akan dibatasi maksimum 70 persen.

"Dan lift itu, lift itu juga selama ini standby itu ada 10 lift, 10 standby, nggak nanti kita tiap hari kita nyalain maksimum cuma 70% lift yang bekerja," ucap Indra.

Berdasarkan surat pemberitahuan Setjen DPR kepada pejabat pimpinan tinggi madya hingga pelaksana di lingkungan DPR. Efisiensi akan menyasar pada pembatasan penggunaan listrik hingga 18.00 WIB.

"Operasional pendingin ruangan (Air Conditioner/AC) mulai pukul 07.00-18.00 waktu setempat. Lift dan eskalator akan dinyalakan mulai pukul 07.00-18.00 waktu setempat. Setelah pukul 18.00 akan dilakukan efisiensi penggunaan/operasional lift hingga 70%," bunyi surat pemberitahuan tersebut.

"Jam operasional sarana olahraga yang berdampak pada penggunaan listrik maksimal sampai dengan pukul 18.00 waktu setempat," tambahnya.

Pegawai ASN di DPR juga diimbau menggunakan transportasi umum. Pihaknya menegaskan rapat internal di masing-masing eselon 1 hanya menyediakan jamuan makan besar.

"Rapat yang bersifat internal di masing-masing eselon 1 hanya menyediakan jamuan rapat berupa makan besar. Rapat yang dilaksanakan secara daring (online) tidak dapat diberikan jamuan rapat," tulis surat tersebut.

"Pegawai diimbau agar mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih ke kendaraan umum," imbuhnya.

(dwr/idh)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |