Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPP KSPSI) AGN menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Polri dalam mengusut tuntas kasus korupsi. Organisasi buruh ini mendorong penegakan hukum dilakukan secara profesional dan tanpa pandang bulu.
Dalam keterangan resminya, DPP KSPSI AGN menekankan pentingnya transparansi dalam setiap penanganan perkara korupsi.
"KSPSI AGN mendukung Polri untuk menegakkan hukum secara seadil-adilnya tanpa rasa ragu," tulis DPP KSPSI AGN dalam keterangannya, Jumat (10/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka juga menyoroti kemunculan personel TNI di beberapa titik yang berkaitan dengan penanganan perkara hukum belakangan ini. KSPSI AGN mempertanyakan kehadiran anggota TNI di kediaman pribadi Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) serta kedatangan personel militer ke Polda Metro Jaya pada Kamis (9/7) subuh.
"Kami mempertanyakan mengapa ada personel TNI di rumah pribadi Jampidsus dan juga kedatangan anggota TNI ke Polda Metro Jaya pada subuh tadi. Kami sudah mendapatkan data personel TNI yang mendatangi Polda Metro Jaya," ujarnya.
Selain itu, KSPSI AGN mendesak adanya penjelasan terbuka mengenai keberadaan personel TNI di lokasi Cafe de'Clan saat proses penggeledahan tengah berlangsung.
"TNI harus menjelaskan secara terang benderang mengenai adanya personel TNI yang berada di lokasi kafe de'Clan saat penggeledahan dilakukan. Penjelasan ini penting agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat," tegasnya.
KSPSI AGN menegaskan posisinya berada di belakang Polri untuk memastikan hukum ditegakkan seadil-adilnya. Mereka berharap Korps Bhayangkara tidak ragu menghadapi intervensi dari pihak mana pun.
"Penegakan hukum harus berjalan profesional, independen, dan bebas dari intervensi pihak mana pun," ujarnya.
Mereja juga meminta penyidik Polri berani menyentuh seluruh pihak yang terlibat dalam pusaran korupsi. "Kami meminta penyidik Polri tidak memiliki keraguan sedikit pun untuk mengusut tuntas pihak-pihak yang terlibat dalam kasus korupsi, meskipun menyentuh para petinggi. Semua warga negara harus diperlakukan sama di hadapan hukum," pungkasnya.
Kortas Tipikor Polri Geledah Terkait 3 Korupsi
Polda Metro Jaya sebelumnya melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi pada Rabu (8/7) kemarin terkait tiga dugaan korupsi, yakni PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel. Di antaranya polisi menggeledah sebuah money changer dan kafe de'Clan Signature kawasan Cipete, Jakarta Selatan (Jaksel), hingga rumah di kawasan Bogor, Jawa Barat (Jabar).
Polisi menyita sejumlah barang bukti dalam proses penggeledahan, mulai emas batangan hingga valas senilai miliaran rupiah.
Rentetan penggeledahan itu terkait tiga kasus dugaan korupsi. Kakortas Tipikor Polri, Irjen Totok Suharyanto, menyebutkan pengusutan kasus-kasus itu ditangani bersama atau joint investigation dengan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.
Dia mengatakan kasus-kasus itu terkait dugaan korupsi pengadaan batu bara yang memicu blackout, kasus ASABRI, hingga kasus penyelesaian utang dari PT CBS kepada PT KNI yang merupakan anak perusahaan BUMN Krakatau Steel.
Terbaru polisi menggeledah ruko di Cipete Jakarta Selatan. Satu per satu penyidik keluar dari ruko dan memboyong sejumlah barang bukti, mulai koper besar, tas jinjing warna kuning, hingga monitor komputer.
Atensi Presiden
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan pengusutan kasus dugaan korupsi di PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel ini menjadi atensi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
"Ini merupakan atensi Bapak Presiden untuk dugaan-dugaan kasus korupsi menjadi perhatian kepolisian untuk melaksanakan pengungkapan dan proses penyidikan. Rangkaian penggeledahan ini bagian dari proses penyidikan di dalam mencari, mengumpulkan barang bukti untuk pemenuhan dalam proses penyidikan," kata Budi Hermanto seusai penggeledahan di kafe de'Clan, Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (8/7).
Budi mengatakan penggeledahan ini bagian dari pengungkapan dugaan korupsi batu bara di PLN yang memicu blackout di Sumatera beberapa waktu lalu, ASABRI, dan Krakatau Steel. Kasus korupsi yang diusut meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang.
"Dari Kortastipidkor bersama Polda Metro Jaya dalam melakukan penyidikan dugaan kasus korupsi meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang. Ada beberapa lokasi saat ini secara serempak dilaksanakan rangkaian penggeledahan, termasuk di lokasi sekarang di kafe de'Clan dan Coin Money Changer. Ini kaitan tentang dugaan korupsi blackout batu bara PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel," ujarnya.
Simak juga Video '16 Konfederasi Buruh Bentuk Koalisi Besar, Apa Agendanya?':
(ond/fca)


















































