Jakarta -
Pemprov DKI Jakarta menerapkan tarif khusus Rp 1 untuk MRT-TransJakarta hari ini dalam rangka menyambut perayaan HUT ke-499 Kota Jakarta. Warga mengaku senang karena tarif yang lebih murah dibanding hari biasa.
Seperti, Dita (35) yang sengaja memboyong anak dan keponakannya keliling Jakarta untuk menikmati libur sekolah. Dia mengaku sangat terbantu dengan tarif super murah ini karena bisa memangkas anggaran transportasi keluarga dengan jumlah signifikan.
"Sudah tahu dari berita (soal tarif Rp 1). Jadi makanya hari ini ngajak anak-anak liburan sekolah juga. Lumayan menghemat budget ya. Biasanya kan kita kalau naik MRT kan tergantung Jakarta harganya. Nah, ini semua jarak Rp1, jadi lumayan," ujar Dita saat ditemui di kawasan Stasiun MRT CWS, Jakarta Selatan, Sabtu (22/6/2024).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dita menceritakan perjalanannya dari rumahnya di Tangerang Selatan menuju pusat kota Jakarta harus menggunakan berbagai moda transportasi. Meski, dia menyatakan biaya perjalanan jauh lebih murah.
"Sebelum ke sini kita naik KRL dulu. KRL, terus Transjakarta, baru MRT, yang bertarif cuma KRL," ucapnya.
Menurut hitungannya, jika tarif normal diberlakukan, Dita harus menghabiskan lebih dari Rp 50.000 untuk membawa keluarganya berkeliling.
"Kalau kira-kiranya satu hari kalau ngajak anak tiga ya bisa 50-an (ribu) ya, karena kan isi saldo, isi semuanya. Bisa 50 lebih, kalau ini kan cuma Rp1. Lumayan," tutur Dita.
Dita mengaku sangat mendukung kebijakan Pemprov DKI Jakarta tahun ini yang tidak lagi membatasi promo berdasarkan domisili KTP. Dita bahkan berencana akan ke kawasan Bundaran HI untuk ikut menikmati perayaan HUT Jakarta.
"Mendukung sekali. Karena kan katanya tadinya KTP Jakarta, sekarang sudah diberlakukan semua KTP. Kita dari Tangsel tadinya enggak bisa, sekarang bisa," ujarnya.
Senada dengan Dita, pasangan muda Tomi dan Fia (29) juga turut memanfaatkan momentum ini. Mereka menggunakan TransJakarta dari arah Fatmawati menuju Dukuh Atas untuk menikmati suasana kota.
"Tadi TJ dari Fatmawati, ini mau lanjut ke Dukuh Atas. Ya mayan lah, Rp 12.000 buat transport, biasa dialihkan ke satu porsi makan siang," ungkap mereka.
Tomi mengapresiasi kebijakan tarif Rp 1 yang dinilainya langsung dirasakan masyarakat. Meski begitu, dia tetap mendukung penerapan tarif ini dilakukan sebagai bentuk promo tematik, sebab menurutnya kurang realistis jika dijadikan tarif dasar harian.
"1 rupiah jelas berasa, tapi sebagai warga yang bijak tentu saja nggak akan sustain buat MRT atau TransJakarta kalau tarif 1 rupiah ini jadi tarif dasar. Mungkin boleh untuk promo tematik di hari hari besar," tuturnya.
Mereka pun mengapresiasi durasi promo yang tidak hanya berlaku tepat di hari ulang tahun Jakarta, melainkan berlanjut hingga akhir pekan.
"Seneng si adanya Rp 1 ini gak cuma sehari, tapi ditambah dua hari weekend juga. Jadi merasa hemat buat naik transportasi," pungkasnya
Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menghadirkan diskon tarif transportasi umum (transum) Rp1 dalam rangkaHari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta.Promo ini berlaku selama dua hari di akhir pekan ini, pada Sabtu-Minggu, 27-28 Juni 2026.
Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian penutup HUT Jakarta. Seluruh masyarakat dapat menikmati tarif khusus ini tanpa dibatasi kepemilikan KTP DKI Jakarta.
(ond/zap)















































