Sempurna Mati Akibat Karhutla, Anggota DPR Minta Evakuasi Satwa Dipercepat

4 hours ago 3
Jakarta -

Anggota DPR daerah pemilihan Kalimantan Timur (dapil Kaltim) Hetifah Sjaifudian prihatin atas matinya seekor orang utan bernama Sempurna akibat terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar). Hetifah menekankan seharusnya penanganan karhutla tak hanya berfokus pada pemadaman api.

"Saya prihatin atas matinya Sempurna, orang utan yang sebelumnya ditemukan dalam kondisi kritis akibat terdampak asap karhutla di Ketapang. Ini menjadi pengingat bahwa karhutla membawa dampak yang luas, bukan hanya bagi manusia, tetapi juga bagi satwa dan ekosistem," kata Hetifah kepada wartawan, Jumat (4/9/2026).

Hetifah mendorong BNPB, BKSDA, KLH, pemerintah daerah, serta pihak terkait lainnya agar memperhatikan keselamatan penduduk dan satwa dalam penanganan karhutla. Hetifah menegaskan keselamatan penduduk dan satwa terdampak harus menjadi perhatian serius dalam penanganan karhutla.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anggota Komisi VIII DPR ini meminta evakuasi satwa terdampak karhutla di berbagai titik di Indonesia dipercepat. Hetifah mengingatkan untuk tak menunggu kondisi karhutla semakin parah.

"Ketika asap sudah membahayakan pernapasan masyarakat dan satwa liar sampai kehilangan nyawa, responsnya tidak boleh menunggu sampai kondisi semakin parah. Harus ada langkah cepat untuk evakuasi, penyelamatan, layanan kesehatan, serta perlindungan bagi masyarakat dan satwa di wilayah terdampak," ungkapnya.

Politikus Golkar ini juga meminta koordinasi antarlembaga diperkuat. Hetifah menilai koordinasi penting agar penanganan karhutla di lapangan tidak berjalan sendiri-sendiri.

"Keberhasilan penanganan karhutla selain dari berapa banyak titik api yang berhasil dipadamkan juga dari berapa banyak masyarakat yang terlindungi dan berapa banyak satwa serta ekosistem yang berhasil diselamatkan," tuturnya.

"Peristiwa ini mengingatkan bahwa karhutla adalah bencana yang dampaknya sangat luas. Karena itu penanganannya juga harus komprehensif," imbuh dia.

Sebelumnya, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengonfirmasi kematian orang utan Kalimantan (pongo pygmaeus) bernama Sempurna. Sempurna sebelumnya ditemukan pingsan karena mengalami gangguan pernapasan diduga akibat paparan asap karhutla di Ketapang, Kalbar.

Sempurna ditemukan dalam kondisi sangat lemah dan mengalami gangguan pernapasan di Dusun Sempurna, Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang. Dilansir Antara, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat Murlan Dameria Pane menyampaikan duka cita atas kematian Sempurna.

"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan. Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim BKSDA Kalimantan Barat bersama YIARI segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa. Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya," kata Murlan, Kamis (3/9).

(amw/rfs)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |