Satgas Dalami Keterlibatan KKB Ndugama Terkait Tewasnya Sopir Travel di Wamena

1 hour ago 2

Jakarta -

Satgas Operasi Damai Cartenz mengantongi informasi terduga kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang membunuh sopir travel asal toraja, Aris di Wamena, Papua Pegunungan. Satgas masih terus mendalami keterlibatan kelompok KKB Kodap III Ndugama di lokasi kejadian.

"Memang ada informasi yang mengarah kepada kelompok Kodap III Ndugama yang berada di sekitar lokasi, namun informasi tersebut masih harus kami dalami dan verifikasi lebih lanjut," kata Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes Yusuf Sutejo melalui keterangannya, Rabu (16/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yusuf kemudian menegaskan klaim KKB yang menuduh korban merupakan aparat intelijen adalah kabar bohong. Korban, kata dia, adalah warga sipil yang bekerja sebagai sopir angkutan lajur selama belasan tahun.

"Kami bisa pastikan bahwa berita yang menyebut sopir lanjuran ini merupakan anggota intel aparat keamanan adalah berita bohong atau hoaks. Sopir tersebut memang bekerja sebagai sopir dan sudah menjalankan pekerjaannya selama sekitar 13 tahun di jalur tersebut," tegasnya.

Dari hasil olah TKP, petugas menemukan kendaraan korban terperosok di bibir jurang sedalam 13 meter dari bahu jalan dalam kondisi hangus terbakar, dengan jenazah korban berada di dalamnya.

"Pada saat olah TKP, ditemukan jenazah korban dalam kondisi hangus terbakar. Beberapa bagian tubuh korban mengalami karbonisasi. Selain itu, ditemukan satu butir selongsong amunisi laras panjang kaliber 5,56 milimeter serta satu buah tas yang berisi identitas korban," jelasnya.

Sopir Dipaksa OPM Dukung Papua Merdeka

Korban sempat disandera sebelum ditembak mati di Wamena. Korban juga sempat dipaksa mendukung Papua merdeka yang direkam dalam sebuah video.

Dalam video diterima detikcom, korban Aris Sanda tampak mengenakan jaket hitam dan celana pendek berwarna krem. Korban diminta memegang bendera bintang kejora lalu menyampaikan kata-kata terkait Papua.

Di sekelilingnya, terdapat sejumlah anggota KKB yang berdiri di tengah jalan. Beberapa di antaranya memegang senjata api laras panjang hingga panah.

Korban selanjutnya menyampaikan dukungan untuk kemerdekaan Papua. Selama korban berbicara, salah satu anggota KKB tampak menodongkan senjata laras panjang ke arah kepala korban.

Pembunuhan sopir travel itu terjadi di jalur Trans Wamena-Nduga, Selasa (15/9). Pembunuhan terjadi usai korban yang membawa penumpang dicegat di tengah jalan oleh pelaku.

"Setelah itu, para penumpang diperintahkan kembali menuju Wamena, sementara Aris Sanda dibawa menuju kawasan Danau Habema," kata Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol (Inf) M. Wirya Arthadiguna dalam keterangannya, Rabu (16/9).

Di lokasi itu lah korban diduga dibunuh. Belakangan, TNI menemukan jenazah korban dalam mobil miliknya yang sudah dalam kondisi hangus terbakar.

"Tim kemudian menemukan satu unit kendaraan dalam kondisi terbakar beserta jenazah pengemudinya," jelasnya.

(ond/dek)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |