Polisi Pastikan Pelaku Pemukulan Pegawai SPBU di Jaktim Bukan Aparat

11 hours ago 4

Jakarta -

Polres Metro Jakarta Timur telah menangkap JMH, pelaku pemukulan petugas SPBU di kawasan Cipinang, Jakarta Timur. Polisi memastikan pelaku bukan anggota kepolisian.

"Pelaku berinisial JMH telah diamankan dan dipastikan bukan anggota kepolisian, melainkan warga sipil berprofesi wiraswasta," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dalam keterangannya, Selasa (24/2/2026).

Budi membantah informasi yang beredar bahwa pelaku merupakan seorang aparat. Budi menjelaskan, JMH ditangkap oleh tim gabungan Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur dan Unit Reskrim Polsek Pulogadung di wilayah Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mengamankan pelaku di kawasan Rawalumbu, Bekasi Timur. Pelaku kemudian dibawa ke Polres Metro Jakarta Timur untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut," tutur Budi.

Seperti diketahui, pegawai di SPBU wilayah Cipinang, Jakarta Timur, mengalami pemukulan oleh seorang warga yang hendak mengisi BBM. Aksi pemukulan ini terekam CCTV dan viral di media sosial.

Berdasarkan video yang dilihat detikcom, Selasa (24/2), peristiwa pemukulan disebut terjadi pada Minggu (22/2) malam. Mulanya pria diduga pemilik mobil hendak mengisi BBM.

Pria tersebut keluar dan menghampiri salah satu petugas SPBU. Keduanya kemudian terlihat berbincang.

Ketika keduanya berbicara, tampak tangan pria diduga pemilik mobil menunjuk ke wajah petugas. Pria tersebut kemudian memukul wajah petugas SPBU.

Setelah melakukan pemukulan, pria tersebut sempat kembali ke dalam mobil. Pria itu keluar lagi dari mobil dan terlihat memegang sebuah tas.

Pria tersebut kembali menghampiri petugas SPBU. Pria itu lalu terus menunjuk dan mengejar petugas.

Tak lama setelahnya, pria itu keluar meninggalkan area SPBU dengan meninggalkan mobilnya. Ketika kembali, pria tersebut menunjuk-nunjuk seorang pria lainnya.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Dicky Fertoffan membenarkan peristiwa tersebut. Dicky menjelaskan, peristiwa pemukulan diawali dari petugas SPBU yang tidak berkenan mengisi bensin ke mobil pria tersebut karena pelat nomor kendaraan tak sesuai dengan peruntukannya.

"Iya ini lagi penyelidikan. Yang bersangkutan mau isi Pertalite, tidak dilayani oleh SPBU. Pelatnya tidak sesuai, tidak untuk peruntukannya," kata Dicky.

(kuf/wnv)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |