Perkuat Digitalisasi, Undira Asah Keterampilan Teknis UMKM di Bekasi

9 hours ago 5

loading...

Universitas Dian Nusantara (Undira) melalui Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat (LRPM) menggelar pelatihan peningkatan keterampilan digital di SDN Jatimurni V, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi. Foto: Ist

BEKASI - Transformasi digital kini menjadi kebutuhan yang tak terelakkan, termasuk bagi pelaku UMKM agar tetap bertahan di tengah persaingan berbasis platform. Hal ini yang membuat Program Studi Akuntansi Universitas Dian Nusantara (Undira) melalui Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat (LRPM) menggelar pelatihan peningkatan keterampilan digital di SDN Jatimurni V, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi.

Melalui Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang diketuai Hani Putri Monalika ini diikuti 45 pelaku UMKM. Pelatihan difokuskan pada peningkatan keterampilan praktis, mulai dari pembuatan akun bisnis, produksi konten digital, hingga pengelolaan katalog produk berbasis aplikasi pesan instan dan platform e-commerce.

Baca juga: Digitalisasi UMKM Peluang Raih Pasar Global

Hani mengatakan, literasi digital harus dimaknai lebih dari sekadar kemampuan menggunakan perangkat. “Yang dibutuhkan pelaku UMKM saat ini adalah applied digital literacy yakni kemampuan teknis yang langsung berdampak pada aktivitas bisnis, seperti membuat konten yang menarik, memahami algoritma sederhana media sosial, hingga mengelola interaksi dengan konsumen secara profesional,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).

Hasil survei awal menunjukkan adanya kesenjangan antara kepemilikan perangkat digital dengan kemampuan pemanfaatannya. Mayoritas peserta telah memiliki telepon pintar, namun penggunaannya masih terbatas pada komunikasi personal dan konsumsi hiburan, belum diarahkan pada pemanfaatan teknologi digital untuk keperluan usaha.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pelatihan dirancang dalam empat modul utama yakni literasi digital dasar dan keamanan digital, strategi pemasaran media sosial, pembuatan konten digital, serta pemanfaatan e-commerce dan WhatsApp Business. Metode blended learning diterapkan agar peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga langsung mempraktikkan keterampilan yang dipelajari.

Pendekatan ini terbukti efektif. Evaluasi menunjukkan rata-rata skor literasi digital peserta meningkat signifikan, dengan lebih dari 80 persen peserta berhasil mengaktifkan akun bisnis di media sosial secara mandiri. Seluruh peserta juga mampu menghasilkan konten promosi yang siap dipublikasikan, sementara sebagian besar telah memiliki katalog produk digital melalui WhatsApp Business.

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |