loading...
Pemerintah bersama regulator dan pelaku industri resmi meluncurkan Program Investasi Terencana dan Berkala (Pintar) Reksa Dana sebagai upaya strategis memperluas inklusi dan literasi keuangan di Indonesia. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Pemerintah bersama regulator dan pelaku industri resmi meluncurkan Program Investasi Terencana dan Berkala (Pintar) Reksa Dana sebagai upaya strategis memperluas inklusi dan literasi keuangan di Indonesia. Peluncuran yang berlangsung di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (27/4), merupakan puncak dari rangkaian kegiatan Road to Pekan Reksa Dana 2026 yang telah menjangkau ribuan mahasiswa dan ratusan awak media.
"Dalam rangka meningkatkan inklusi dan edukasi terkait investasi di kalangan masyarakat Indonesia, APRDI bersama OJK telah melakukan sosialisasi di beberapa kota besar di Indonesia, antara lain Surabaya, Jakarta, Medan, Semarang, Makassar, Bandung, dan Palembang," ujar Ketua Presidium Asosiasi Pelaku Reksa Dana & Investasi Indonesia (APRDI), Lolita Liliana seperti dikutip, Kamis (30/4/2026).
Baca Juga: OJK Targetkan Pasar Modal Sumbang Rp1.812 Triliun untuk Kebutuhan Investasi Nasional
Peresmian program tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi. Kehadiran para petinggi otoritas tersebut mencerminkan sinergi kuat antara pemerintah dan regulator dalam menciptakan ekosistem investasi yang kondusif bagi masyarakat luas, khususnya melalui instrumen reksa dana.
Dalam pelaksanaannya, APRDI menggandeng PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) sebagai salah satu mitra Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD). Kemitraan ini bertujuan untuk memperluas jangkauan edukasi ke berbagai wilayah melalui platform digital, guna memastikan akses investasi yang lebih mudah, terpercaya, dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Acara puncak ini juga menghadirkan diskusi panel mengenai strategi penguatan industri reksa dana nasional yang dihadiri oleh para pemangku kepentingan. Salah satu fokus pembahasan adalah peran teknologi dalam mendorong kebiasaan investasi yang disiplin dan konsisten, sebagaimana misi yang diusung oleh program Pintar bagi calon investor pemula.















































