Bahlil: Indonesia Tempati Posisi Kedua Ketahanan Energi Terbaik Dunia

10 hours ago 5

loading...

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengatakan, Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara dengan ketahanan energi terbaik kedua di dunia. Foto/Dok

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengatakan, Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara dengan ketahanan energi terbaik kedua di dunia, meski dinamika kondisi geopolitik global saat ini mempengaruhi pasokan energi di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

"Di tengah (kondisi) geopolitik itu melahirkan ketidakpastian terhadap seluruh pasokan energi global. Dalam kondisi seperti ini, kita harus bersyukur di bawah kepemimpinan Presiden Bapak Prabowo Subianto yang notabenenya adalah alumni TNI, Indonesia dinilai oleh JP Morgan itu menjadi negara terbaik kedua di dunia yang mempunyai ketahanan energi," ujar Bahlil dalam keterangannya.

Bahlil menjelaskan, prestasi tersebut berdasarkan laporan Eye on the Market yang dikeluarkan oleh JP Morgan Asset Management. Laporan tersebut menganalisis 52 negara konsumen energi terbesar yang mewakili sekitar 82% konsumsi energi dunia. Indonesia menempati posisi kedua, di bawah Afrika Selatan, namun satu tingkat di atas Chinayang berada di posisi ketiga.

Baca Juga: Bahlil Lapor Prabowo soal Pasokan BBM RI, Begini Kondisinya

Indonesia dianggap sebagai negara yang tahan krisis energi yang terjadi saat ini karena produksi domestik minyak dan gas bumi (migas) yang cukup besar. Ketahanan terhadap krisis juga disebabkan produksi dan cadangan batubara Indonesia yang masih dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri. Selain itu, potensi energi baru dan terbarukan yang besar di seluruh wilayah Indonesia juga mampu menopang kemandirian energi Indonesia.

Lebih lanjut Bahlil menyampaikan, dari sub sektor migas ketahanan energi didukung oleh pencapaian lifting minyak Indonesia pada 2025 yang mencapai target Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar 605 ribu barel per hari (bph). Tahun ini target ditingkatkan menjadi 610 ribu bph.

Untuk meningkatkan produksi lifting, Pemerintah mendorong optimalisasi produksi melalui teknologi lanjutan, reaktivasi sumur idle, dan eksplorasi potensi migas di Indonesia Timur.

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |