Pensiun dari MK, Arief Hidayat: Siapa Tahu Setelah Ini Punya Jabatan Lain

2 hours ago 1
Jakarta -

Arief Hidayat resmi pensiun sebagai hakim Mahkamah Konstitusi (MK). Arief sempat berkelakar siapa tahu akan punya jabatan lain setelah pensiun.

"Kalau naik mimbar dari sini turunnya dari sini supaya kariernya mengalir, jangan maju mundur nanti kariernya nggak mengalir, siapa tahu setelah di sini saya punya jabatan lain lagi," kata Arief Hidayat dalam wisuda purnabaktinya di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Rabu (4/2/2026).

Arief mengaku memiliki kesan yang luar biasa selama 13 tahun menjadi hakim MK. Dia menuturkan berbagai dinamika kehidupan justru ia rasakan saat menjadi hakim MK.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi pengalaman saya sebetulnya lebih banyak di perguruan tinggi sebagai dosen, tetapi dinamika kehidupan yang luar biasa itu terjadi di Mahkamah Konstitusi. Mulai dari dinamika yang sifatnya membanggakan, dinamika yang menyenangkan, dan dinamika dengan penuh kesedihan dan kepiluan juga terjadi di Mahkamah Konstitusi ini. Semuanya telah terlewati dalam waktu 13 tahun," ujarnya.

Dia mengatakan manusia memiliki batasan seperti batas hidup, batas usia, batas jabatan hingga batas karier. Dia mengaku sudah memberikan yang terbaik selama bertugas sebagai hakim MK.

"Oleh karena itu, saya sebagai orang yang paling tua di ruangan ini kalau tidak salah sekarang ini, saya berpesan pada adik-adik bahwa manusia itu ada batasnya. Kita harus menyadari bahwa semuanya ada batasnya. Baik batas-batas usia maupun batas-batas jabatan, karier dan batas mempunyai apapun itu ada batasnya. Oleh karena itu, kita harus ikhlas, legowo bisa menerima batas-batas itu," ujarnya.

Arief mengatakan fisiknya semakin menua tapi pikiran dan gagasannya semakin berkembang selama menjalankan tugas sebagai hakim MK. Dia mengaku tak sedih meninggalkan MK, tapi sedih jika MK teraniaya.

"Dan saya sekali lagi karena saya merasakan sudah merasakan bahwa hidup ada batasnya, saya tidak merasa sedih meninggalkan Mahkamah, tapi saya akan merasa sedih kalau Mahkamah ini kemudian teraniaya dan Mahkamah ini tidak bisa berdiri tegak menegakkan hukum konstitusi dan ideologi bangsa," ujarnya.

Arief bergurau beberapa kali dalam pidatonya karena tak ingin pidatonya diwarnai kesedihan. Dia berpesan para staf MK terus mendukung para hakim MK dengan support terbaik.

"Dan saya merasa semuanya bagi saya indah meskipun kadang-kadang ada hal-hal yang tidak indah pada waktu kita bergaul bersama selama 13 tahun, tapi saya merasa banyak indahnya daripada tidaknya selama di Mahkamah Konstitusi," kata Arief.

"Maka pada kesempatan ini saya titip kepada para staf, tetaplah bisa mensupport para hakim dengan sebaik-baiknya tunjukkan kualitasnya karena saya merasa bersama Prof Guntur ini yang mampu untuk apa mengembangkan ya Prof secara akademik para staf bisa sekolah S2, S3 dan ternyata luar biasa staf di Mahkamah Konstitusi," imbuhnya.

(mib/rfs)


Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |