Jakarta -
Staf Khusus Gubernur Jakarta, Chico Hakim, mengatakan peristiwa meninggalnya siswi kelas X SMAN 6 Jakarta berinisial NAEP yang mengalami kecelakaan akibat tersangkut kabel di Jakarta Selatan (Jaksel), menjadi alarm bagi pemerintah. Dia mengatakan pihaknya akan melakukan penertiban kabel-kabel menjuntai.
"Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi kita semua untuk mempercepat penertiban jaringan utilitas di ruang publik," kata Chico kepada wartawan, Minggu (21/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan Pemprov DKI terus berkoordinasi dengan PT PLN dan operator jaringan lainnya. Dia mengatakan penertiban akan dilakukan.
"Penertiban kabel semrawut dan menjuntai sesuai regulasi Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT)," ujarnya.
"Pembersihan dan pemotongan kabel tidak terpakai. Dorongan agar jaringan kabel dipindahkan secara bertahap ke bawah tanah di lokasi prioritas," sambungnya.
Selain itu, pihaknya juga akan meningkatkan pengawasan dan patroli rutin. Termasuk, di rute-rute sekolah dan jalan protokol
"Kami akan meningkatkan pengawasan dan patroli rutin di wilayah-wilayah rawan, termasuk rute sekolah dan jalan protokol, serta mendorong pelaporan cepat dari masyarakat melalui kanal resmi Pemprov (seperti aplikasi JAKI atau call center 112)," katanya.
Pemprov DKI juga akan menindak para pemilik kabel yang lalai. Dia mengatakan penegakkan aturan akan diperketat.
"Penegakan aturan terhadap pemilik kabel yang lalai juga akan diperketat, termasuk sanksi jika diperlukan," jelasnya.
Chico juga menyampaikan duka cita atas meninggalnya NAEP. Dia memastikan Pemprov DKI berkomitmen kasus serupa tak terulang lagi.
"Kami berkomitmen agar kejadian serupa tidak terulang. Pemprov terus berkoordinasi dengan seluruh stakeholder untuk memperbaiki infrastruktur kota agar lebih aman, tertib, dan manusiawi," pungkasnya.
Sebelumnya, siswi kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 6 Jakarta berinisial NAEP tewas akibat terjatuh usai motor tersangkut kabel seling hingga terlindas bus sekolah di Jakarta Selatan (Jaksel). Korban saat itu sedang diantar ke sekolah oleh ayahnya.
"Awal kejadian itu pagi hari sekitar jam 05.30 WIB. Ketika ada pengendara sepeda motor berboncengan melintas di Jalan Lauser. Kebetulan, bertempat tinggal di daerah Ciledug, mengantar anak sekolah," kata Camat Kebayoran Baru Rachmat Mulyadi, dilansir Antara, Kamis (18/6).
Dia mengatakan kecelakaan itu terjadi saat sepeda motor yang ditumpangi korban melintas di lokasi kejadian, Jalan Lauser, Kebayoran Baru, Jaksel. Kemudian setang motor tersebut diduga tersangkut kabel yang melintang dan menjorok ke badan jalan sehingga kendaraan oleng dan pengendaranya terjatuh.
"Ketika melewati Jalan Lauser, persis di depan taman, ada kabel yang melintang, agak menjorok ke jalan, sehingga setang motor pengendara tersebut jadi nyangkut, kemudian oleng, sehingga jatuh, dan pada saat jatuh itu, yang dibonceng menjadi korban meninggal dunia," papar Rachmat.
(amw/idh)


















































