Pemprov Banten Bangun Jalan Desa Pakai Beton, Minta Tak Dirusak Truk Overload

4 hours ago 3

Serang -

Gubernur Banten Andra Soni menyebut Pemprov Banten telah membangun jalan desa dengan menggunakan material beton agar lebih kuat. Dia meminta masyarakat menjaganya dan tidak merusaknya dengan truk yang kelebihan muatan.

Hal itu disampaikan Andra saat meninjau jalan desa yang selesai dibangun di Desa Manggalah dan Desa Kemuning, Kecamatan Tanjung Teja, Kabupaten Serang, Banten, Senin (22/6/2026). Andra didampingi Ketua DPRD Provinsi Banten Fahmi Hakim.

Awalnya, Andra menyebut telah membangun jalan sepanjang 1,7 kilometer dengan konstruksi beton dalam program Bangun Jalan Sejahtera (Bang Andra). Alasannya, jalan dibangun dengan beton agar lebih kuat dan tahan lama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami membangun jalan ini dengan konstruksi beton standar provinsi agar memiliki umur layanan yang lebih panjang dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam waktu yang lama," ucap Andra.

Gubernur Banten Andra Soni meninjau jalan desa yang dibangun dengan beton. (Arief,detikcom)Gubernur Banten Andra Soni meninjau jalan desa yang dibangun dengan beton. (Arief/detikcom)

Andra lalu meminta kepada pemerintah desa dan masyarakat untuk menjaga jalan tersebut. Ia berharap jalan tidak rusak akibat dilalui truk yang kelebihan muatan.

"Saya juga berpesan kepada pemerintah desa dan masyarakat untuk menjaga jalan ini dengan baik, terutama agar tidak dilalui kendaraan truk dengan muatan berlebih yang dapat mempercepat kerusakan jalan," katanya.

Menurut Andra, jalan yang baik bisa mempermudah kehidupan masyarakat. Warga desa dapat lebih mudah mengakses layanan kesehatan hingga pendidikan.

"Jalan yang baik akan membuka akses menuju pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kegiatan perekonomian," katanya.

Salah seorang petani warga Desa Manggalah, Iti (60), mengaku pernah merasakan sulitnya akses kesehatan akibat kondisi jalan yang rusak. Ia bercerita tentang beratnya perjalanan menuju puskesmas di pusat kecamatan.

"Kalau ada yang sakit atau mau melahirkan susah ke puskesmas. Jalannya becek dan licin. Motor memang bisa lewat, tapi harus hati-hati. Kadang ada yang jatuh," tuturnya.

Iti mengatakan, sebelum jalan diperbaiki, warga berjalan kaki menuju puskesmas dan membutuhkan waktu yang cukup lama karena kondisi jalan yang tidak memadai. Selain akses kesehatan, para petani juga mengalami kesulitan saat mengangkut hasil panen.

"Kalau habis panen biasanya dipikul. Kendaraan susah masuk karena jalannya jelek. Sekarang alhamdulillah jalannya sudah bagus dan lebih nyaman dilalui," katanya.

(aik/wnv)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |