Jakarta -
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon Robinsar dan Fajar Hadi Prabowo menyebut perbaikan infrastruktur sekolah menjadi salah satu program yang menjadi konsen. Untuk menunjang perbaikan infrastruktur sekolah di Kota Cilegon, pihaknya telah menganggarkan dana sekira Rp 18 miliar.
"Biasanya untuk perbaikan infrastruktur Rp 7-8 miliar. Anggaran untuk Dikdas itu Rp 60,5 miliar, Rp 40 miliar untuk gaji pegawai, Rp 20,5 untuk infrastruktur dan lain-lain," jelas Robinsar dalam keterangan tertulis, Rabu (18/3/2026).
Robinsar mengungkapkan dari anggaran Rp 20,5 miliar awalnya anggaran pembangunan hanya sekira Rp 8 miliar dan Rp 12,5 miliar untuk agenda seremonial dan kegiatan lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena ada efisiensi dan pemilihan program yang langsung menyentuh pembangunan kita puter. Jadi Rp 18 miliar untuk infrastruktur dan Rp 2 miliar untuk seremonial," ungkapnya.
Robinsar memastikan perbaikan infrastruktur sekolah menjadi atensi Pemkot Cilegon. Pihaknya optimis akan fokus pada peningkatan SDM yang salah satunya ditunjang dengan sarana dan prasarana yang mendukung.
"Bagaimana anak kita bisa belajar dengan baik kalau tiba-tiba bocor, itu target kami dan akan kami selesaikan. Kami juga tunggu masukan, informasi dan laporan dari awak media. Kalau ada laporan masyarakat segera laporkan, itu membantu kami," ungkap Robinsar.
Dalam kesempatan tersebut, Robinsar juga menjelaskan peruntukan anggaran perbaikan infrastruktur sekolah tersebut.
"Ini untuk mabeler, revitalisasi, pembangunan ruang kelas baru, jadi itemnyya macem-macem," jelasnya.
Ia memastikan, dari ratusan sekolah yang mengalami kerusakan ditargetkan dalam 4 tahun masa kepemimpinannya terselesaikan. Robinsar menyebut perbaikan akan disesuaikan dengan urgensi kondisi sekolah yang mengalami kerusakan.
"Kami sudah petakan selama 4 tahun selesai, terhadap data yang sudah kami pegang. Kalau di perjalanan ada penambahan lagi akan kami sesuaikan," tuturnya..
Pemkot Cilegon bahkan telah menginfentarisir dan mengklasifikasikan sekolah dalam tiga kategori yakni, rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo mengatakan terdapat ratusan sekolah di Cilegon yang mengalami rusak berat, sedang hingga ringan dari 242 sekolah mulai dari TK, SD, dan SMP.
"Itu kita bagi tiga kategori mulai dari rusak parah, sedang, sama yang paling ringan. Karena jangan sampai yang perbaikannya tidak perlu atensi malah diperbaiki duluan," ujar Fajar.
Fajar juga menyebut Pemkot Cilegon bekerjasama dengan Untirta untuk menganalisa kondisi sekolah. Berdasarkan catatan tersebut, diketahui sekira 200 sekolah rusak ringan, 49 rusak sedang dan 20-an sekolah rusak parah.
"Untuk yang rusak parah itu yang harus jadi prioritas, PR kita yang sedang ini enggak jadi rusak berat, nggak jadi prioritas. Maka kami minta juga guru-guru, pengawas sekolah juga lebih aktif," ucapnya.
"Jangan sampai ada 5 kelas tapi satu kelas jendelanya tidak layak tapi terlalu menunggu birokrasi, perintah, dan atensi pimpinan baru diperbaiki, seperti itu yang kita tidak mau," tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Fajar juga meminta awak media aktif melaporkan kepadanya jika menemukan infrastruktur sekolah yang tidak layak. Namun, ia meminta laporan tersebut mesti sesuai dengan fakta yang ada di lapangan.
"Ini kami sebut pentahelix dengan media, karena sejauh mana sih (kita tahu) mata kami cuma dua, dengan peran para media saya yakin akan lebih cepat," imbuhnya.
(anl/ega)

















































