Pelindo Beri Edukasi Peran Pelabuhan-Keselamatan buat 555 Anak-anak

1 month ago 31

Jakarta -

PT Pelindo Terminal Petikemas (Pelindo TPK) menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak lewat kegiatan Portgrounf Vol. 1. Berkolaborasi dengan BNN dan BPBD Kota Surabaya, kegiatan yang digelar di PT Terminal Petikemas Surabaya ini mengenalkan peran pelabuhan, keselamatan, dan bahaya narkotika.

Tercatat 555 anak kelas 5-6 SD dan 7-8 SMP se-Jawa Timur mendaftar kegiatan ini. Corporate Secretary Pelindo TPK Widyaswendra mengatakan Portground adalah upaya perusahaan membangun kesadaran sejak dini mengenai peran strategis pelabuhan.

"Pembentukan awareness sejak dini adalah investasi jangka panjang. Melalui Portground, kami ingin mengajak anak-anak melihat langsung aktivitas di pelabuhan, memahami bagaimana barang-barang yang mereka gunakan sehari-hari dapat sampai ke berbagai daerah, serta menumbuhkan rasa ingin tahu mereka terhadap dunia kepelabuhanan. Semoga kegiatan ini menjadi pengalaman yang berkesan bagi para peserta," ujar Widyaswendra dalam keterangannya, Senin (6/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain mengenal pelabuhan, peserta mendapat edukasi bahaya narkotika sejalan dengan program Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkoba (ANANDA BERSINAR). Kepala BNN Kota Surabaya Heru Prasetyo menilai bahaya narkotika perlu dikenalkan sejak dini.

"Anak-anak adalah generasi penerus yang perlu dibekali pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan, memilih lingkungan pergaulan yang baik, serta berani menolak hal-hal negatif. Melalui kegiatan seperti Portground ini, edukasi kesehatan dapat disampaikan dengan cara yang lebih ringan, menyenangkan, dan mudah diterima," kata Heru.

Dari sisi kesiapsiagaan darurat, Tim Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Surabaya Nadya Sukma Batubara turut memberikan edukasi keselamatan.

"Keselamatan adalah pengetahuan dasar yang penting dimiliki oleh setiap anak. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan langkah-langkah sederhana terkait kesiapsiagaan, apa yang harus dilakukan saat terjadi kondisi darurat, serta pentingnya tidak panik dan mengikuti arahan petugas," tutur Nadya.

Kegiatan ini disambut antusias oleh para peserta, salah satunya siswa SD Bunga Bangsa Surabaya bernama Raff Yehezkiel Hutapea.

"Saya senang bisa melihat pelabuhan dari dekat. Jadi tahu kalau terminal peti kemas itu besar sekali dan banyak barang dikirim lewat kapal," ungkap Raff.

Kesan positif juga disampaikan oleh salah satu orang tua peserta, Lysa Octaviani, yang menilai Portground sebagai liburan produktif.

"Kegiatan ini menjadi pengalaman yang baik untuk mengisi liburan anak secara produktif. Anak-anak tidak hanya bermain, tetapi juga belajar hal baru tentang pelabuhan, tentang bahaya narkotika dan keselamatan. Semoga kedepannya, kegiatan seperti ini terus dapat terlaksana sehingga kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal dunia pelabuhan semakin luas," pungkas Lysa.

(anl/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |