Waka Komisi X DPR Nilai Tak Perlu Semua Bahasa Asing Diwajibkan Sejak SD

3 hours ago 2
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keinginan agar pembelajaran bahasa Mandarin, Prancis, hingga Rusia mulai diajarkan kepada siswa sejak kelas 1 SD. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menilai tidak semua bahasa asing tersebut harus diwajibkan sejak kelas 1 SD.

"Saya tidak melihat perlunya seluruh bahasa tersebut diberlakukan sebagai mata pelajaran wajib bagi semua siswa," ujar Hadrian kepada wartawan, Sabtu (15/8/2026).

Menurutnya, hal yang perlu didorong adalah fleksibilitas dalam memilih bahasa asing dengan mempertimbangkan potensi serta kebutuhan daerah, ketersediaan dan kompetensi guru, hingga relevansinya dengan peluang pendidikan maupun dunia kerja di masa depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jangan sampai kebijakan yang secara konsep sangat baik ini justru sulit diterapkan secara merata karena kesiapan setiap sekolah berbeda. Kita harus memastikan ketersediaan guru, bahan ajar, dan fasilitas pendukung agar kebijakan ini tidak menambah beban siswa maupun memperlebar kesenjangan antarsekolah," kata Hadrian.

Meski begitu, Hadrian menyambut baik keinginan Prabowo agar bahasa asing diajarkan sejak jenjang SD. Baginya, kemampuan berbahasa asing menjadi salah satu bekal penting bagi generasi muda untuk menghadapi dunia kerja sekaligus berinteraksi dalam lingkungan global.

"Penerapannya tetap perlu menempatkan fondasi pendidikan dasar sebagai prioritas, terutama kemampuan literasi, numerasi, berpikir kritis, dan pembentukan karakter," imbuh Hadrian.

Ia menambahkan bahwa pengenalan bahasa asing sejak jenjang SD merupakan langkah yang positif sepanjang dilakukan secara bertahap. "Bahasa Mandarin maupun bahasa asing lain memiliki nilai strategis, baik dalam konteks hubungan internasional, ekonomi, pendidikan, maupun perkembangan geopolitik," tutur Hadrian.

Sebelumnya, Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah akan memulai pembelajaran bahasa asing sejak anak duduk di kelas 1 SD. Bahasa yang diajarkan, kata dia, adalah bahasa-bahasa yang dinilai paling penting dan banyak digunakan di berbagai negara.

"Kita akan mulai bahasa asing untuk anak-anak kita mulai dari SD. SD kelas 1 mereka harus mulai bahasa asing; bahasa yang paling penting: bahasa Inggris, bahasa Mandarin, bahasa Arab, bahasa Jepang, Korea, bahasa Spanyol, dan bahasa Prancis," ucap Prabowo saat pidato Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Prabowo beralasan bahasa asing perlu diajarkan sejak dini karena lebih mudah dikuasai anak-anak. Menurutnya, penguasaan bahasa asing juga akan mempermudah karier mereka di masa depan.

"Dari kecil, di bawah 11 tahun atau 12 tahun, mereka lebih cepat belajar. Anak-anak kita harus ada akses kepada pendidikan terbaik agar mereka nanti kalau masuk atau sudah cari lapangan kerja punya kemampuan lebih, bisa diterima di mana-mana, dan bisa kerja dengan pihak mana pun," ujar dia.

(isa/isa)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |