Jakarta -
Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI, Melchias Marcus Mekeng mengapresiasi Pelaksanaan Sidang Tahunan MPR RI 2026. Adapun gelaran tahunan ini dinilai berlangsung lebih baik, tertib, khidmat, dan terstruktur.
Mekeng menyebut pelaksanaan Sidang Tahunan MPR RI 2026 lebih baik dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Menurutnya, rangkaian acara tahun ini terasa lebih resmi dan tidak dipenuhi kegiatan yang dinilai kurang relevan dengan agenda utama persidangan.
"Itu juga diperlihatkan oleh Presiden Prabowo yang menyampaikan pidatonya dengan sangat baik. Semua yang beliau sampaikan sangat penting dan memperlihatkan capaian kinerja selama dua tahun pemerintahannya. Tidak banyak improvisasi, tetapi itu menjadikannya lebih baik karena forum ini memang sangat penting," ungkap Mekeng dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait pidato penyampaian laporan kinerja Presiden, Mekeng menilai materi yang disampaikan Prabowo menggambarkan berbagai capaian pemerintahan yang dipimpinnya selama ini.
"Mulai dari Danantara yang memberikan hasil signifikan. Program unggulan beliau, mulai dari Sekolah Rakyat, MBG hingga sekolah unggulan. Semua itu dibutuhkan masyarakat, dan beliau konsisten dengan apa yang diperjuangkan," katanya.
Senada, Anggota MPR RI dari Kelompok DPD RI Fahira Idris menilai Sidang Tahunan kali ini berlangsung dengan baik, tertib, dan khidmat. Seluruh rangkaian agenda juga berjalan secara terstruktur.
Fahira mengungkapkan suasana persidangan mencerminkan pentingnya Sidang Tahunan MPR RI sebagai momentum konstitusional untuk menyampaikan kepada rakyat arah perjalanan bangsa serta kinerja lembaga-lembaga negara.
"Saya mengapresiasi persiapan yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal MPR. Seluruh unsur pendukung bekerja dengan serius, sehingga agenda ini berjalan secara matang, tertib, dan khidmat," kata Fahira.
Menurut Fahira, kelancaran Sidang Tahunan MPR RI tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama Sekretariat Jenderal MPR RI, DPR RI, dan DPD RI. Ketiganya bersinergi dalam menyiapkan berbagai sarana dan prasarana, mulai dari ruang persidangan, tata tempat, protokoler, sistem teknis, keamanan, hingga pelayanan bagi peserta dan tamu undangan.
"Semua terlihat dipersiapkan secara serius. Untuk sebuah agenda kenegaraan sebesar Sidang Tahunan MPR, kesiapan seperti ini sangat penting agar substansi persidangan dapat berlangsung tanpa terganggu persoalan teknis," jelasnya.
Fahira juga mengapresiasi laporan kinerja Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengenai hubungan Indonesia dan Palestina. Ia menilai sikap Indonesia yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina merupakan amanat konstitusi sekaligus bagian dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang pernah mengalami pahitnya penjajahan.
Karena itu, dukungan kepada rakyat Palestina untuk hidup merdeka, berdaulat, dan bermartabat, kata Fahira, harus terus menjadi sikap konsisten Indonesia.
"Saya juga sependapat dengan pesan persatuan. Pesan tersebut semakin relevan ketika demokrasi kita semakin terbuka dan masyarakat memiliki ruang yang sangat luas untuk berbeda pendapat. Perbedaan politik adalah sesuatu yang wajar, tetapi jangan sampai berubah menjadi permusuhan yang merusak persaudaraan kebangsaan. Kita boleh keras dalam gagasan, tetapi harus tetap santun dalam penyampaian," urainya.
Secara umum, Fahira menilai pidato Ketua MPR RI Ahmad Muzani sangat kuat, menyejukkan, dan relevan dengan tantangan bangsa saat ini.
Menurutnya, pesan yang disampaikan tidak hanya berbicara mengenai persatuan dan Pancasila, tetapi juga soal pentingnya demokrasi yang beradab, pemberantasan korupsi, pendidikan, pemenuhan gizi, ekonomi kerakyatan, pengelolaan sumber daya alam, kedaulatan bangsa, hingga perdamaian dunia.
"Yang paling penting bagi saya adalah benang merah pidatonya. Kemajuan Indonesia harus tetap berakar pada Pancasila, keadilan, persatuan, dan kemanusiaan. Menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI, pesan seperti ini sangat tepat untuk mengingatkan kita bahwa Indonesia adalah rumah bersama. Perbedaan jangan menjadi alasan untuk saling meniadakan, tetapi harus menjadi energi untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, makmur, dan semakin kuat," pungkasnya.
(prf/ega)

















































