Pantau Aktivitas Anak Krakatau Usai Erupsi, Andra Soni Minta Masyarakat Siaga

5 hours ago 5

Jakarta -

Gubernur Banten Andra Soni memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau usai terjadinya erupsi. Andra Soni memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama.

Pemprov menggelar rapat koordinasi dengan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM Rita Susilawati untuk memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau. Pemantauan dilakukan dari Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau (PGA GAK), Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Minggu (6/9/2026).

"Penurunan aktivitas bukan berarti aktivitasnya akan berhenti. Kemungkinan masih akan terjadi erupsi, sehingga kita harus terus melakukan pemantauan," ujar Andra dalam keterangannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Andra menegaskan, Pemprov Banten bersama PVMBG terus melakukan pemantauan dan memperkuat koordinasi. Dia juga meminta pemerintah daerah memastikan kesiapan mitigasi hingga tingkat desa, termasuk jalur evakuasi dan lokasi pengungsian.

"Keselamatan masyarakat adalah hal yang paling utama. Itu yang harus kita kerjakan," jelasnya.

Andra meminta masyarakat untuk tidak panik, namun harus tetap meningkatkan kewaspadaan. Dia mengimbau masyarakat terus memantau informasi mengenai perkembangan Gunung Anak Krakatau.

Selain itu, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap dampak abu vulkanik. Andra mengatakan Pemprov Banten telah menyiapkan dukungan perlindungan bagi masyarakat, termasuk distribusi masker melalui Dinas Kesehatan.

"Sekarang lima ribu box masker kita distribusikan melalui dinas kesehatan ke wilayah prioritas," katanya.

Kepala PVMBG Rita Susilawati menambahkan, berdasarkan alat pemantauan, aktivitas Gunung Anak Krakatau menunjukkan penurunan. Namun, potensi terjadinya erupsi masih ada sehingga pemantauan dilakukan selama 24 jam.

Rita menyebut sebaran abu vulkanik sangat bergantung pada arah angin. Berdasarkan pemantauan pada 6 September, arah sebaran abu bergerak ke bagian barat, yakni menuju Selat Sunda dan Samudra Indonesia.

"Arah abu ini akan sangat tergantung kepada arah angin, jadi bisa berubah-ubah setiap hari," kata Rita.

PVMBG bekerja sama dengan BMKG serta memanfaatkan data dari stasiun pengamatan di Australia terus memantau arah angin dan sebaran abu. Pemantauan itu penting lantaran sebaran abu vulkanik dapat berdampak terhadap aktivitas penerbangan.

Rita menambahkan, masyarakat perlu memahami bahwa aktivitas gunung api tidak selalu terlihat secara kasatmata. Katanya, perubahan status gunung api tidak hanya ditentukan oleh besar kecilnya erupsi, tetapi juga mempertimbangkan potensi ancaman terhadap masyarakat.

Dia menyebut, rekomendasi keselamatan saat ini adalah masyarakat, nelayan, dan wisatawan. Mereka diminta tidak mendekati kawasan gunung dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung tersebut.

"Untuk gunung api, kita tidak bisa memastikan kapan erupsi akan terjadi maupun kapan aktivitasnya akan berhenti. Yang bisa kita lakukan adalah melakukan pemantauan dan membaca tanda-tandanya," jelas Rita.

Simak Video 'Presiden Imbau Warga Tetap Waspada Selama Abu Anak Krakatau Turun':

(tsy/wnv)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |