Mensos Buka Peluang 100 Ribu Pasien Kronis BPJS PBI Direaktivasi Otomatis

3 hours ago 1
Jakarta -

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan membuka opsi reaktivasi otomatis bagi 100 ribu peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) nonaktif penderita penyakit kronis dan katastropik. Gus Ipul mengatakan kebijakan ini dilakukan agar layanan kesehatan bagi pasien dengan kondisi serius tak terhenti.

Hal itu disampaikan Gus Ipul dalam rapat bersama pimpinan DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/2/2026). Gus Ipul mengatakan reaktivasi otomatis tersebut menyasar peserta PBI nonaktif dengan penyakit kronis dan katastropik seperti jantung, kanker, stroke, dan gagal ginjal.

"Selain reaktivasi reguler, Kemensos membuka opsi untuk reaktivasi otomatis kepada 100.000 PBI non-aktif yang menderita sakit kronis dan katastropik," kata Gus Ipul.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gus Ipul mengatakan pada 2025, Kemensos menonaktifkan sekitar 13,5 juta penerima PBI JK. Dari jumlah tersebut, sekitar 87 ribu peserta mengajukan reaktivasi.

"Kemudian ada juga yang berpindah ke segmen mandiri, dari 13 juta yang kita nonaktifkan itu berpindah ke segmen mandiri. Jadi artinya ini sebenarnya penonaktifan yang pas, yang tepat ini, sehingga mereka mampu secara mandiri," ujarnya.

"Atau juga ada yang langsung diambil alih oleh pemda bagi daerah yang telah UHC, yang sudah Universal Health Coverage. Jadi otomatis seluruh warganya itu sudah dibiayai oleh APBD mereka," sambung dia.

Sekjen PBNU itu mengatakan penonaktifan PBI bukan berarti pengurangan kuota. Namun, realokasi kepada warga yang lebih memenuhi kriteria.

Misalnya, kata dia, Dalimin dari desil 10 dan Jamhuri dari desil 7. Kemudian, direalokasi kepada Apendi desil 1.

"Jadi ini adalah kita alihkan kepada mereka yang lebih memenuhi kriteria sesuai dengan alokasi yang kita miliki," ujarnya.

Lebih lanjut, Gus Ipul mengusulkan untuk memperluas lokasi pengajuan reaktivasi PBI. Hal itu, menurutnya, untuk mempermudah masyarakat melakukan reaktivasi.

"Upaya-upaya perbaikan dan percepatan, satu, menambahkan desa atau kelurahan sebagai tempat reaktivasi. Selama ini kita reaktivasinya itu hanya berada di Dinsos, ada protes terlalu jauh dan lain sebagainya," ujarnya.

Kemudian, kata dia, BPJS, Kemensos dan Kemenkes akan berkolaborasi untuk percepatan proses reaktivasi. Dia mengatakan reaktivasi otomatis dilakukan kepada 106 ribu penderita penyakit kronis.

"Reaktivasi otomatis kepada 106.000 penderita penyakit katastropik atau kondisi kesehatan serius, mengancam jiwa dan membutuhkan perawatan jangka panjang seperti jantung, kanker, stroke, dan gagal ginjal yang dinonaktifkan, agar layanan kesehatan tidak terganggu dan dapat melakukan reaktivasi menyusul," tuturnya.

"Kemudian yang terakhir, Kemensos terus mendorong pemda untuk aktif dalam pemutakhiran DTKS, pengusulan maupun reaktivasi bansos," imbuh dia.

Lihat juga Video: DPR Rapat Bareng Menkeu-Menkes Bahas Perbaikan BPJS PBI JK

(amw/rfs)


Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |