KNKT Usul Sistem Hidran di Kapal Feri Dirancang Ulang Lewat Atas

10 hours ago 6

Jakarta -

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) membeberkan kendala krusial dalam penanganan tanggap darurat kebakaran di atas kapal penyeberangan. KNKT menyoroti tingginya tingkat kesulitan kru kapal saat membentangkan selang pemadam saat kondisi dek kendaraan padat.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan kobaran api di dek kendaraan biasanya menjalar sangat cepat dan sulit dikendalikan. Situasi ini mempersulit petugas lantaran jajaran kendaraan yang terparkir rapat kerap memblokir akses kru untuk menggelar sistem hidran.

"Kalau deknya kosong gampang. Tapi begitu ada kendaraan, ternyata dari beberapa kejadian kru tidak bisa menggelar selang dari hidran untuk pemadamnya," ujar Soerjanto setelah mengamati simulasi tanggap darurat kapal di KMP Jemla, Kamis (10/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melihat risiko besar tersebut, KNKT mengajak semua pihak regulator, Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), serta para operator kapal. Diskusi ini bertujuan merancang ulang tata letak dan jalur pemadam kebakaran di kapal feri.

Soerjanto mengusulkan agar jalur hidran tidak lagi diletakkan di area bawah yang rentan terhalang kendaraan, melainkan dirancang melalui jalur atas (overhead). Langkah ini diharapkan dapat mempermudah kru menjangkau peralatan keselamatan dalam kondisi kritis.

"Kita punya alat keselamatan tapi tidak bisa digunakan ketika terjadi kebakaran. Karena itu memang harus ada desain ulang supaya sistemnya bisa lebih efektif," ujarnya.

Ia menambahkan simulasi tanggap darurat ini bukan ajang unjuk kebolehan. Simulasi ini disebut sebagai sarana evaluasi menyeluruh untuk memetakan celah bahaya dan mencegah timbulnya korban jiwa di masa mendatang.

"Kondisi darurat yang sebenarnya pasti jauh lebih rumit daripada saat latihan. Dari simulasi ini, kita bisa membayangkan hambatan di lapangan dan menyiapkan langkah pencegahan agar kesulitan serupa tidak terulang," katanya.

Simak juga Video 'Temuan KNKT: KMP Mutiara Sentosa II Tak Punya Sekoci':

(eva/eva)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |